Hotel Ramai Belum Tentu Untung: Kesalahan yang Masih Sering Terjadi
Okupansi tinggi tidak selalu menghasilkan profit optimal. Pelajari bagaimana pricing, distribusi, dan efisiensi operasional mempengaruhi profitabilitas hotel.
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 627 artikel
Okupansi tinggi tidak selalu menghasilkan profit optimal. Pelajari bagaimana pricing, distribusi, dan efisiensi operasional mempengaruhi profitabilitas hotel.
Banyak investor mengira hotel yang ramai pasti menguntungkan. Faktanya, okupansi tinggi tidak selalu menghasilkan profit yang sehat. Investasi hotel yang sukses dimulai dari memahami demand pasar, model bisnis, dan potensi arus kas, bukan sekadar membeli properti atau membangun hotel di lokasi yang terlihat menjanjikan.
Padahal dari perspektif asset management dan operasional, Engineering merupakan salah satu departemen yang paling menentukan keberlangsungan bisnis hotel.
OTA dapat menjadi mesin revenue yang kuat bagi hotel apabila dikelola dengan pendekatan revenue management. Strateginya bukan sekadar mengejar occupancy, tetapi mengoptimalkan pricing, inventory, ranking, channel mix, dan net revenue agar setiap booking memberikan kontribusi yang sehat bagi profitabilitas hotel.
Komisi OTA tidak selalu harus diterima sebagai biaya tetap distribusi. Hotel dapat menurunkan cost of acquisition melalui channel mix, direct booking, rate strategy, segmentation, dan evaluasi net revenue tanpa mengorbankan volume secara sembarangan.
Mereka meningkatkan visibility, mengikuti campaign, memasang promosi, bahkan menaikkan komisi untuk mendapatkan eksposur yang lebih besar.
Distribusi hotel modern bukan sekadar memilih OTA sebanyak mungkin. Hotel perlu mengatur kombinasi OTA, direct booking, corporate, wholesale, metasearch, dan kanal penjualan lain berdasarkan demand, biaya akuisisi, serta profitabilitas.
Rate parity bukan sekadar memastikan harga kamar sama di seluruh OTA. Pengelolaannya berkaitan dengan distribusi, kontrak, promosi, margin, dan kemampuan hotel mengarahkan tamu ke kanal yang paling menguntungkan.
Namun tidak selalu menghasilkan perilaku yang mendukung tujuan bisnis.