Revenue Recognition dalam Bisnis Hotel
Bagi owner, investor, lender, maupun manajemen hotel, kesalahan revenue recognition dapat menciptakan persepsi profitabilitas yang keliru dan berujung pada keputusan bisnis yang tidak tepat.
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 53 artikel
Bagi owner, investor, lender, maupun manajemen hotel, kesalahan revenue recognition dapat menciptakan persepsi profitabilitas yang keliru dan berujung pada keputusan bisnis yang tidak tepat.
Dalam banyak audit hotel independen, deposit menjadi salah satu area yang paling sering menghasilkan koreksi akuntansi.
Tidak sedikit hotel yang terlihat sehat dari sisi revenue tetapi mengalami tekanan kas yang cukup serius.
Fenomena ini cukup umum terjadi di industri hotel. Penyebabnya sering bukan pada sisi pendapatan, melainkan pada pengeluaran yang tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan revenue.
Biaya-biaya tersebut terlihat normal secara individual. Namun ketika dikumpulkan selama satu tahun, dampaknya dapat menggerus profit hotel dalam jumlah yang signifikan.
Yang menarik, mayoritas kasus fraud bukan terjadi karena lemahnya integritas individu semata. Fraud lebih sering muncul karena sistem pengawasan yang tidak mampu mencegah atau mendeteksi penyimpangan sejak awal.
Revenue management membantu hotel memaksimalkan profit melalui strategi pricing, distribusi, dan segmentasi pasar yang lebih tepat dan berbasis data.
Pemilihan PMS bukan sekadar keputusan IT. Cloud PMS dan On-Premise PMS memengaruhi operasional, biaya, skalabilitas, dan pertumbuhan bisnis hotel.
Walk-in guest masih menjadi sumber revenue yang sering terabaikan. Strategi front desk yang tepat dapat meningkatkan ADR, upselling, dan pengalaman tamu.