Cara Mengukur Profitabilitas Setiap Channel Hotel
Channel profitability menggambarkan seberapa besar keuntungan ekonomi yang dihasilkan sebuah distribution channel setelah revenue dikurangi dengan biaya yang berkaitan dengan channel tersebut.
Tips, strategi, dan insight seputar hotel management, teknologi, dan industri perhotelan Indonesia
Menampilkan 9 dari 618 artikel
Channel profitability menggambarkan seberapa besar keuntungan ekonomi yang dihasilkan sebuah distribution channel setelah revenue dikurangi dengan biaya yang berkaitan dengan channel tersebut.
Persoalan utama bukan apakah hotel mengalami high season atau low season. Hampir setiap hotel mengalaminya dalam bentuk yang berbeda. Persoalannya adalah apakah manajemen mampu memprediksi perubahan demand sebelum terjadi dan mengubah pricing, inventory, segment, distribution, serta operational strategy sesuai kondisi pasar.
Sebuah konser besar dapat mengubah kondisi pasar hotel dalam waktu yang sangat singkat. Hotel yang biasanya memiliki occupancy 60% pada weekday dapat tiba-tiba mengalami pickup sangat tinggi ketika artis nasional atau internasional dijadwalkan tampil di kota tersebut.
Hotel di kota dengan basis leisure dan wisata keluarga biasanya mulai melihat pickup sejak beberapa minggu sebelum Natal. Setelah Natal, demand dapat bergerak menuju destinasi wisata dan mencapai compression menjelang malam Tahun Baru. Pada beberapa destinasi, 31 Desember menjadi tanggal dengan willingness to pay tertinggi dalam satu periode.
Hotel di kota tujuan mudik dapat mengalami peningkatan demand sebelum dan selama Idulfitri. Hotel di kota wisata bisa mendapatkan lonjakan setelah periode silaturahmi keluarga selesai. Sementara hotel business-oriented di beberapa kota justru dapat mengalami penurunan demand karena aktivitas korporasi berhenti sementara.
Hotel yang menaikkan harga terlalu cepat dapat kehilangan booking pada saat demand belum cukup kuat. Sebaliknya, hotel yang terlalu lama mempertahankan harga rendah dapat mengalami sold out sebelum periode puncak datang dan kehilangan kesempatan mendapatkan ADR yang lebih tinggi.
Restriction memungkinkan Revenue Manager mengatur siapa yang dapat booking, kapan tamu dapat datang, berapa lama mereka harus tinggal, dan kapan mereka dapat meninggalkan hotel.
Dalam kondisi demand tinggi, hotel sering menghadapi situasi ketika kamar terlihat hampir penuh untuk satu malam, sementara tanggal sebelum atau sesudahnya masih memiliki banyak inventory.
Dalam revenue management hotel, tidak semua tanggal harus menerima pola booking yang sama. Sebuah hotel resort dapat mengalami demand sangat tinggi pada Jumat dan Sabtu, tetapi jauh lebih rendah pada Minggu. Hotel city juga dapat menghadapi pola berbeda ketika ada conference, konser, pameran, atau event besar yang membuat sebagian tanggal menjadi sangat padat. Pada kondisi seperti ini, membuka seluruh kombinasi arrival dan departure tanpa restriction dapat membuat inventory hotel tidak digunakan secara optimal.