Tips Marketing Hotel

OTA Commission: Cara Menguranginya

17 June 2026
Diperbarui 18 Jun 2026
5 menit baca
1 views
OTA Commission: Cara Menguranginya

Bagi sebagian hotel independen, komisi OTA dapat menjadi salah satu biaya distribusi terbesar setelah payroll.

OTA Commission: Cara Menguranginya

 

Banyak hotel merasa occupancy mereka cukup baik.

Kamar terisi.

Reservasi terus masuk.

Revenue tumbuh.

Namun ketika laporan laba rugi diperiksa lebih dalam, muncul pertanyaan yang cukup mengganggu:

Mengapa profit tidak tumbuh secepat revenue?

Dalam banyak kasus, jawabannya berada pada satu pos biaya yang terus meningkat setiap tahun:

Komisi OTA.

Bagi sebagian hotel independen, komisi OTA dapat menjadi salah satu biaya distribusi terbesar setelah payroll.

Bahkan pada beberapa properti, total komisi OTA dapat mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Masalahnya bukan karena OTA buruk.

OTA merupakan salah satu channel distribusi paling efektif dalam industri hotel modern.

Masalah muncul ketika hotel terlalu bergantung pada OTA sebagai sumber utama reservasi.

Mengapa OTA Sangat Menarik bagi Hotel?

OTA menawarkan sesuatu yang sulit ditolak.

Mereka membawa:

  • Traffic
  • Exposure
  • Reservasi
  • Akses pasar internasional
  • Kemudahan transaksi

Bagi hotel baru atau hotel independen, OTA sering menjadi mesin akuisisi pelanggan yang sangat efektif.

Namun setiap reservasi memiliki biaya.

Komisi umum yang sering ditemukan berkisar:

  • 15%
  • 18%
  • 20%
  • Bahkan lebih tinggi untuk program tertentu

Ketika volume reservasi meningkat, biaya distribusi ikut meningkat.

Masalah Ketergantungan OTA

Banyak hotel tanpa sadar memasuki kondisi yang disebut OTA dependency.

Gejalanya cukup mudah dikenali.

Lebih dari 60% Reservasi Berasal dari OTA

Hotel mulai kehilangan kontrol terhadap sumber permintaan.

Direct Booking Sangat Rendah

Website hotel hanya menghasilkan sebagian kecil reservasi.

Biaya Distribusi Terus Naik

Revenue bertambah.

Namun margin profit tidak berkembang secara proporsional.

Sulit Membangun Loyalitas Tamu

Data pelanggan sebagian besar dimiliki oleh platform.

Bukan oleh hotel.

Berapa Besar Dampak Komisi OTA?

Sebagai ilustrasi:

Hotel menjual kamar seharga Rp1.000.000.

Komisi OTA 18%.

Maka hotel hanya menerima Rp820.000 sebelum memperhitungkan biaya operasional lainnya.

Jika hotel menjual 10.000 room nights per tahun melalui OTA:

Komisi yang dibayarkan mencapai Rp1,8 miliar.

Angka tersebut cukup untuk:

  • Menambah staff
  • Renovasi fasilitas
  • Investasi teknologi
  • Aktivitas pemasaran langsung

Karena itu pengelolaan komisi OTA merupakan isu strategis, bukan sekadar biaya operasional.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Hotel

Fokus Mengurangi OTA Secara Agresif

Beberapa hotel mencoba mengurangi OTA secara drastis.

Akibatnya occupancy ikut turun.

Pendekatan ini sering menghasilkan dampak negatif.

Menganggap OTA sebagai Musuh

OTA sebenarnya merupakan mitra distribusi.

Tujuannya bukan menghilangkan OTA.

Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan distribusi.

Tidak Memiliki Strategi Direct Booking

Banyak hotel ingin mengurangi komisi OTA.

Namun tidak memiliki alternatif sumber reservasi.

Strategi Mengurangi Komisi OTA Secara Sehat

1. Tingkatkan Direct Booking

Ini merupakan strategi yang paling efektif dalam jangka panjang.

Keuntungan direct booking:

  • Tidak ada komisi OTA
  • Kontrol data pelanggan
  • Peluang upselling lebih besar
  • Loyalitas tamu lebih tinggi

2. Bangun Booking Engine yang Baik

Website hotel harus mampu memberikan pengalaman reservasi yang mudah.

Masalah yang sering ditemukan:

  • Proses booking terlalu panjang
  • Tampilan tidak mobile-friendly
  • Informasi kamar tidak lengkap

3. Berikan Nilai Tambah, Bukan Diskon

Banyak hotel mencoba bersaing dengan OTA melalui harga.

Pendekatan yang lebih sehat adalah memberikan benefit tambahan.

Contohnya:

  • Free breakfast
  • Welcome drink
  • Late check-out
  • Early check-in
  • Room upgrade

Strategi ini menjaga rate parity sekaligus meningkatkan daya tarik direct booking.

4. Kembangkan Database Pelanggan

Setiap tamu yang pernah menginap merupakan aset.

Hotel perlu membangun hubungan langsung melalui:

  • Email marketing
  • Membership program
  • Loyalty program
  • Personalized offer

5. Optimalkan Corporate Segment

Corporate account sering memiliki biaya akuisisi yang lebih rendah dibanding OTA.

Selain itu tingkat repeat business biasanya lebih tinggi.

6. Tingkatkan Repeat Guest

Tamu yang kembali menginap memiliki nilai yang sangat tinggi.

Mereka:

  • Lebih mudah dikonversi
  • Biaya akuisisinya lebih rendah
  • Lebih mengenal produk hotel

Kapan OTA Tetap Harus Digunakan?

Mengurangi komisi bukan berarti mengurangi seluruh aktivitas OTA.

OTA tetap sangat efektif untuk:

Low Season

Membantu menjaga occupancy.

Market Expansion

Menjangkau pasar baru.

International Exposure

Meningkatkan visibilitas hotel di pasar global.

Last Minute Demand

Mengisi inventory yang belum terjual.

Hotel yang sukses biasanya menggunakan OTA secara strategis, bukan secara pasif.

Hubungan Komisi OTA dengan Profitabilitas

Dua hotel dapat memiliki revenue yang sama.

Namun profit berbeda jauh.

Penyebabnya sering terletak pada biaya distribusi.

Contohnya:

Hotel A

  • 75% OTA

Hotel B

  • 35% Direct Booking
  • 25% Corporate
  • 40% OTA

Revenue sama.

Occupancy sama.

Namun margin Hotel B biasanya lebih tinggi.

Peran Teknologi dalam Mengurangi Ketergantungan OTA

Hotel modern menggunakan berbagai sistem untuk memperkuat distribusi langsung.

Contohnya:

  • Property Management System (PMS)
  • Booking Engine
  • Channel Manager
  • CRM
  • Revenue Management System
  • Marketing Automation

Integrasi teknologi membantu hotel membangun ekosistem distribusi yang lebih sehat.

Tiga Insight untuk Owner dan General Manager

1. OTA Adalah Channel Akuisisi, Bukan Tujuan Akhir

Gunakan OTA untuk memperoleh tamu baru, kemudian bangun hubungan langsung setelah tamu menginap.

2. Profit Lebih Penting daripada Occupancy

Occupancy tinggi dengan biaya distribusi tinggi belum tentu menghasilkan profit yang optimal.

3. Direct Booking Adalah Aset Strategis

Setiap peningkatan direct booking memberikan dampak langsung terhadap margin hotel.

Observasi Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, biaya distribusi menjadi salah satu area yang paling banyak mendapat perhatian dari owner hotel dan asset manager. Ketika biaya tenaga kerja, energi, dan operasional terus meningkat, kemampuan mengendalikan biaya distribusi menjadi semakin penting. Hotel yang berhasil meningkatkan direct booking biasanya memperoleh keuntungan kompetitif yang signifikan karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap profitabilitas dan data pelanggan.

Operator hotel yang paling sukses saat ini bukanlah mereka yang menghindari OTA, melainkan mereka yang mampu menempatkan OTA dalam porsi yang tepat di dalam strategi distribusi. OTA tetap menjadi alat akuisisi yang sangat kuat, tetapi pertumbuhan jangka panjang biasanya dibangun melalui hubungan langsung antara hotel dan tamunya.

Bagikan Artikel

Bantu teman Anda temukan insight ini