GOPPAR Hotel: Cara Menghitung dan Mengapa Indikator Ini Lebih Penting dari Sekadar Occupancy
Hotel Penuh Belum Tentu Menghasilkan Profit Maksimal
Banyak owner hotel merasa puas ketika tingkat okupansi terus meningkat.
Laporan menunjukkan kamar hampir penuh setiap hari, aktivitas operasional berjalan sibuk, dan revenue terlihat terus bertambah.
Namun, ketika laporan laba rugi selesai disusun, hasilnya sering kali tidak sesuai harapan.
Profit ternyata tidak tumbuh sebesar peningkatan okupansi.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Karena pendapatan yang tinggi belum tentu menghasilkan keuntungan yang tinggi.
Untuk mengetahui seberapa sehat bisnis hotel, manajemen perlu melihat indikator yang tidak hanya mengukur pendapatan, tetapi juga mempertimbangkan biaya operasional.
Salah satu indikator tersebut adalah GOPPAR (Gross Operating Profit per Available Room).
Apa Itu GOPPAR?
GOPPAR adalah indikator yang menunjukkan besarnya laba operasional yang dihasilkan oleh setiap kamar yang tersedia, baik kamar tersebut terjual maupun tidak.
Berbeda dengan RevPAR yang hanya berfokus pada pendapatan kamar, GOPPAR memperhitungkan keuntungan operasional setelah dikurangi biaya operasional hotel.
Karena itu, GOPPAR sering digunakan untuk menilai efisiensi bisnis hotel secara lebih menyeluruh.
Semakin tinggi nilai GOPPAR, semakin baik kemampuan hotel menghasilkan keuntungan dari seluruh aset kamar yang dimiliki.
Rumus GOPPAR
Perhitungan GOPPAR cukup sederhana.
Rumus:
GOPPAR = Gross Operating Profit ÷ Total Available Rooms
Contoh:
Sebuah hotel memiliki:
- Gross Operating Profit (GOP): Rp420.000.000
- Jumlah kamar tersedia: 100 kamar
- Periode perhitungan: 1 bulan
Maka:
GOPPAR = Rp420.000.000 ÷ 100 = Rp4.200.000 per kamar
Artinya, setiap kamar yang tersedia memberikan kontribusi laba operasional sebesar Rp4,2 juta selama periode tersebut.
Apa Perbedaan GOP dan GOPPAR?
Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki fungsi yang berbeda.
Gross Operating Profit (GOP) menunjukkan total laba operasional hotel.
Sedangkan GOPPAR menunjukkan efisiensi laba operasional terhadap jumlah kamar yang dimiliki.
Hotel dengan GOP besar belum tentu memiliki GOPPAR yang tinggi apabila jumlah kamarnya jauh lebih banyak atau efisiensi operasionalnya rendah.
Karena itu, GOPPAR lebih mudah digunakan untuk membandingkan performa antarhotel dengan ukuran yang berbeda.
Mengapa GOPPAR Lebih Penting daripada Occupancy?
Okupansi hanya menunjukkan berapa banyak kamar yang terjual.
Namun indikator tersebut tidak menjelaskan apakah hotel benar-benar memperoleh keuntungan.
Misalnya:
Hotel A memiliki okupansi 92%, tetapi memberikan banyak diskon sehingga margin keuntungan rendah.
Hotel B memiliki okupansi 76%, tetapi memiliki ADR yang sehat, biaya operasional efisien, dan pendapatan tambahan yang tinggi.
Dalam kondisi tersebut, Hotel B dapat memiliki GOPPAR yang lebih tinggi meskipun tingkat okupansinya lebih rendah.
Inilah alasan mengapa banyak investor dan operator hotel lebih memperhatikan GOPPAR dibanding sekadar occupancy.
Faktor yang Mempengaruhi GOPPAR
Beberapa faktor utama yang memengaruhi nilai GOPPAR antara lain:
1. Average Daily Rate (ADR)
Tarif kamar yang sehat membantu meningkatkan laba operasional tanpa harus mengejar okupansi yang terlalu tinggi.
2. Efisiensi Operasional
Pengendalian biaya listrik, housekeeping, laundry, inventaris, dan tenaga kerja sangat memengaruhi profit hotel.
Semakin efisien operasional, semakin tinggi GOPPAR yang dapat dicapai.
3. Ancillary Revenue
Pendapatan dari restoran, spa, ballroom, meeting room, laundry, hingga layanan tambahan lainnya memberikan kontribusi langsung terhadap Gross Operating Profit.
4. Strategi Distribusi
Ketergantungan yang tinggi pada OTA dengan komisi besar dapat mengurangi margin keuntungan.
Meningkatkan direct booking sering menjadi salah satu cara meningkatkan GOPPAR.
Cara Meningkatkan GOPPAR
Hotel dapat meningkatkan GOPPAR melalui beberapa strategi berikut:
- mengoptimalkan strategi pricing
- meningkatkan ADR secara bertahap
- memperbesar ancillary revenue
- mengurangi pemborosan operasional
- meningkatkan produktivitas staf
- memperkuat direct booking
- memanfaatkan revenue management berbasis data
Fokus utama bukan hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memastikan biaya tetap terkendali.
Mengapa Owner Perlu Memantau GOPPAR?
Bagi owner hotel, GOPPAR memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai kesehatan bisnis.
Melalui indikator ini, owner dapat mengetahui apakah peningkatan revenue benar-benar menghasilkan laba yang lebih besar atau justru hanya meningkatkan biaya operasional.
Karena itu, GOPPAR sering digunakan sebagai salah satu KPI utama dalam evaluasi bisnis hotel.
Digitalisasi Membantu Memantau GOPPAR
Perhitungan GOPPAR membutuhkan data dari berbagai departemen.
Mulai dari revenue kamar, pendapatan layanan tambahan, hingga biaya operasional.
Sistem hotel yang terintegrasi membantu mengumpulkan seluruh data tersebut secara otomatis sehingga perhitungan menjadi lebih cepat dan lebih akurat.
Selain itu, dashboard bisnis memudahkan owner memantau perkembangan GOPPAR secara real-time tanpa harus menunggu laporan bulanan.
Tiga Insight Strategis untuk Owner dan General Manager
1. Jangan Hanya Mengejar Occupancy
Okupansi tinggi tidak selalu berarti hotel menghasilkan profit yang tinggi.
Evaluasi juga kualitas pendapatan dan efisiensi biaya operasional.
2. Pantau GOPPAR Secara Berkala
GOPPAR memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai performa bisnis dibandingkan hanya melihat revenue atau occupancy.
3. Tingkatkan Profit, Bukan Sekadar Pendapatan
Strategi bisnis hotel sebaiknya berfokus pada peningkatan laba operasional melalui kombinasi pricing yang tepat, efisiensi operasional, dan diversifikasi sumber pendapatan.
Perspektif Baru dalam Mengukur Kinerja Hotel
Industri hospitality semakin menekankan pentingnya indikator yang benar-benar mencerminkan kesehatan bisnis.
Jika dahulu keberhasilan hotel sering diukur melalui occupancy, kini owner dan manajemen mulai beralih pada indikator yang mempertimbangkan profitabilitas.
GOPPAR membantu hotel memahami seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari setiap kamar yang tersedia setelah mempertimbangkan biaya operasional.
Platform seperti Moobi Hotel membantu hotel mengintegrasikan data revenue dan operasional sehingga indikator seperti GOPPAR dapat dipantau secara lebih mudah melalui dashboard bisnis yang terpusat. Dengan informasi yang lebih akurat, owner dan manajemen dapat mengambil keputusan yang lebih cepat untuk meningkatkan profitabilitas hotel.
Pada akhirnya, hotel yang sukses bukan hanya hotel yang mampu menjual lebih banyak kamar, tetapi hotel yang mampu mengubah setiap kamar menjadi sumber keuntungan yang berkelanjutan.