Tips Marketing Hotel

Cara Mendapatkan Followers Hotel yang Relevan

13 August 2026
5 menit baca
Cara Mendapatkan Followers Hotel yang Relevan

Strategi mendapatkan followers hotel yang relevan melalui target audience, content value, local content, UGC, creator collaboration, community building, paid ads, dan data.

Jumlah followers bukan satu-satunya ukuran keberhasilan social media hotel. Bagi hotel, followers yang relevan jauh lebih bernilai karena memiliki kemungkinan lebih besar untuk berinteraksi, mencari informasi, mengunjungi website, melakukan booking, menggunakan fasilitas, atau merekomendasikan hotel. Karena itu, strategi follower acquisition seharusnya berfokus pada kualitas audience, bukan sekadar angka.

1. Pahami Arti Followers yang Relevan

Followers relevan adalah orang yang memiliki ketertarikan dan kemungkinan menjadi customer atau memiliki pengaruh terhadap keputusan booking. Hotel business, resort, boutique hotel, dan MICE hotel tentu memiliki target audience yang berbeda.

2. Tentukan Target Audience Hotel

Tentukan segment utama seperti leisure traveler, business traveler, family, couple, local resident, corporate decision maker, wedding customer, MICE organizer, F&B customer, atau repeat guest. Setiap segment membutuhkan alasan yang berbeda untuk mengikuti akun.

3. Jangan Membeli Followers

Followers palsu atau tidak relevan dapat membuat angka terlihat besar tetapi tidak menghasilkan engagement, traffic, maupun booking. Lebih baik memiliki audience lebih kecil tetapi aktif dan sesuai target market.

4. Berikan Alasan untuk Follow

Audience mengikuti akun ketika mendapatkan value. Hotel dapat menawarkan travel tips, local guide, hotel tips, destination information, behind the scenes, staff stories, staycation inspiration, event information, dan member content.

5. Jadikan Hotel sebagai Sumber Informasi Destinasi

Buat konten tentang restoran lokal, tempat wisata, itinerary, transportasi, event kota, coffee shop, hidden gem, dan aktivitas sekitar. Audience yang tertarik pada destinasi berpotensi menjadi calon tamu.

6. Manfaatkan Geotag dan Local Relevance

Gunakan nama kota, area, landmark, dan neighborhood secara natural dalam konten. Strategi ini membantu hotel ditemukan oleh audience yang sedang mencari informasi mengenai lokasi tersebut.

7. Buat Konten yang Layak Dibagikan dan Disimpan

Itinerary, travel checklist, local food guide, destination guide, family travel tips, dan business travel tips memiliki nilai referensi sehingga berpotensi mendapatkan share dan save dari audience yang relevan.

8. Manfaatkan Guest-Generated Content

Dengan izin yang sesuai, repost foto, video, atau pengalaman tamu. UGC membuat hotel terlihat lebih autentik dan dapat memperluas jangkauan melalui network guest.

9. Tampilkan People Behind the Hospitality

Chef, front office, housekeeping, concierge, dan staff lain dapat menjadi bagian dari content strategy. Konten human membuat brand terasa lebih dekat dan memperlihatkan service culture.

10. Pilih Creator Berdasarkan Audience

Micro creator dengan audience lokal yang tepat dapat lebih bernilai daripada creator besar yang audience-nya tidak sesuai. Periksa lokasi audience, engagement, kualitas komentar, brand fit, dan potensi menghasilkan traffic.

11. Kolaborasi dengan Bisnis Lokal

Hotel dapat berkolaborasi dengan restaurant, coffee shop, attraction, event organizer, komunitas, atau local creator. Cross-audience membantu mendapatkan exposure dari orang yang sudah tertarik pada area yang sama.

12. Optimalkan Profil Hotel

Bio harus menjelaskan nama hotel, lokasi, positioning, experience, website, dan booking path. Profil yang jelas membantu mengubah profile visitor menjadi follower atau customer.

13. Gunakan Short-Form Video

Reels dan TikTok dapat menjangkau non-followers. Format seperti room tour, food, destination, behind the scenes, staff, tips, dan POV staycation dapat digunakan selama memiliki hook dan value.

14. Gunakan Hook Sesuai Kebutuhan Audience

Contoh: “3 alasan family traveler memilih area ini”, “Jangan booking hotel sebelum mengecek 3 hal ini”, atau “Ini itinerary satu hari dari hotel”. Hook harus menarik audience berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mempromosikan brand.

15. Bangun Serial Content

Serial seperti “Hotel Tips”, “Meet Our Team”, “Local Food Near the Hotel”, atau “Inside Our Hotel” memberi alasan audience untuk kembali dan mengikuti episode berikutnya.

16. Bangun Community, Bukan Hanya Audience

Balas komentar, gunakan polling dan Q&A, serta dengarkan feedback. Social media hotel sebaiknya menjadi ruang komunikasi, bukan sekadar billboard digital.

17. Gunakan Paid Ads secara Strategis

Paid social dapat memperluas reach kepada lokasi, interest, atau audience tertentu. Namun objective harus jelas: awareness, traffic, engagement, atau conversion. Jangan mengukur semua campaign hanya berdasarkan follower growth.

18. Retarget Audience yang Sudah Berinteraksi

Orang yang pernah menonton video, mengunjungi profil, berinteraksi, atau mengunjungi website sudah memiliki awareness. Audience tersebut dapat digunakan untuk retargeting sesuai fitur platform.

19. Hindari Konten yang Terlalu Sales-Oriented

Jika isi akun hanya promo harga, audience kehilangan alasan untuk mengikuti. Seimbangkan education, entertainment, inspiration, experience, social proof, dan promotion.

20. Bangun Positioning yang Jelas

Followers relevan lebih mudah diperoleh ketika hotel memiliki positioning yang kuat, misalnya business hotel, family hotel, boutique lifestyle, resort, MICE destination, culinary hotel, atau luxury experience.

21. Konsisten dalam Visual dan Tone of Voice

Audience perlu mengenali karakter hotel. Konsistensi dapat diterapkan pada visual, storytelling, editing, photography, dan cara brand berkomunikasi tanpa membuat semua konten terlihat identik.

22. Buat Konten yang Mengundang Percakapan

Pertanyaan sederhana seperti “Breakfast sweet atau savory?” atau “Pool pagi atau sore?” dapat meningkatkan interaksi sekaligus membantu hotel memahami preference audience.

23. Ukur Kualitas Followers

Pantau reach non-followers, profile visits, follower conversion, shares, saves, engagement, audience location, website traffic, dan booking contribution. Pertumbuhan followers harus dilihat bersama kualitas audience.

24. Hubungkan Social Media dengan Revenue

Alur ideal dapat berupa Content → Follow → Engagement → Profile Visit → Website → Booking Engine → Reservation. Tidak semua follower harus langsung menjadi customer, tetapi channel harus menyediakan jalur menuju conversion.

25. Bangun Strategi Jangka Panjang

Follower relevan dibangun melalui kombinasi konten konsisten, local relevance, creator collaboration, guest content, paid amplification, community management, positioning, data analysis, dan continuous optimization.

Kesimpulan

Mendapatkan followers hotel yang relevan membutuhkan pendekatan strategis. Hotel perlu memahami target audience, memberikan alasan untuk follow, membuat konten yang bernilai, memanfaatkan local content, guest experience, creator collaboration, dan menggunakan data untuk mengevaluasi kualitas audience. Keberhasilan social media bukan ditentukan oleh seberapa besar angka followers, tetapi oleh seberapa berkualitas audience yang dibangun dan seberapa jauh audience tersebut berkontribusi terhadap brand, engagement, traffic, dan revenue hotel.

Bagikan Artikel

Bantu teman Anda temukan insight ini