TikTok telah berkembang menjadi salah satu platform penting dalam perjalanan customer mencari inspirasi, destinasi, pengalaman, hingga akomodasi. Bagi hotel, TikTok tidak hanya berfungsi untuk mengejar views, tetapi dapat digunakan untuk membangun awareness, memperlihatkan pengalaman menginap, memperluas reach, dan mengarahkan audience menuju website atau direct booking.
Karakter TikTok berbeda dari platform yang lebih berorientasi pada katalog visual. Konten yang terlalu formal dan terlalu terlihat seperti iklan sering kali kurang menarik. Hotel perlu menampilkan sisi yang lebih natural, cepat, relatable, dan memiliki cerita.
Karena itu, strategi TikTok hotel harus menggabungkan entertainment, information, hospitality experience, local content, dan commercial message secara seimbang.
1. Tentukan Tujuan TikTok Hotel
Sebelum membuat video, hotel perlu menentukan tujuan utama channel.
Beberapa tujuan yang dapat digunakan:
1. Brand awareness.
2. Destination discovery.
3. Hotel consideration.
4. Direct website traffic.
5. Direct booking.
6. Food and beverage promotion.
7. Event promotion.
8. Employer branding.
Tujuan tersebut akan menentukan jenis konten, CTA, dan KPI yang digunakan.
2. Kenali Audience TikTok
TikTok memiliki audience dengan perilaku konsumsi konten yang cepat. Hotel perlu memahami siapa yang ingin dijangkau.
Audience dapat berupa Gen Z traveler, young professionals, couple, family traveler, domestic tourist, international traveler, atau audience lokal.
Konten yang berhasil biasanya berbicara tentang kebutuhan dan pengalaman audience, bukan hanya tentang apa yang ingin dijual hotel.
3. Bangun Content Pillar
Akun TikTok hotel sebaiknya memiliki beberapa kategori konten agar tidak monoton.
Contoh content pillar:
1. Hotel Experience — room tour, pool, breakfast, lobby, dan fasilitas.
2. Behind the Scenes — housekeeping, chef, preparation, setup event.
3. Local Experience — destinasi, kuliner, dan aktivitas sekitar hotel.
4. Staff & Hospitality — perkenalan staff dan service moments.
5. Food & Beverage — menu, proses memasak, dan dining experience.
6. Tips & Information — tips memilih kamar, itinerary, hotel hacks.
7. Guest Experience — review dan user-generated content.
8. Promotion — package, seasonal offer, member benefit, dan direct booking.
Content pillar membantu hotel menjaga variasi konten.
4. Jangan Membuat TikTok Seperti Iklan TV
TikTok memiliki karakter yang lebih spontan dan conversational. Video yang terlalu formal, terlalu banyak logo, dan terlalu terasa seperti iklan dapat kehilangan daya tarik.
Hotel tetap dapat menunjukkan produk, tetapi kemas dalam format yang terasa seperti konten native platform.
Contohnya bukan sekadar “Ini adalah Deluxe Room kami”, tetapi “POV: You booked a room with this city view after a long work week.”
Storytelling seperti ini membuat produk masuk ke dalam pengalaman.
5. Gunakan Hook pada Detik Awal
Audience dapat berpindah ke video berikutnya dengan sangat cepat. Karena itu, bagian awal video harus menarik perhatian.
Contoh hook:
“Kalau kamu menginap di kota ini, jangan lewatkan tempat ini.”
“POV: check-in dan ternyata dapat view seperti ini.”
“3 alasan kenapa business traveler memilih hotel ini.”
“Begini persiapan breakfast hotel sebelum jam 6 pagi.”
Hook harus relevan dengan isi video dan tidak menggunakan clickbait yang menyesatkan.
6. Buat Room Tour yang Natural
Room tour merupakan salah satu format yang relevan untuk hotel. Namun, jangan hanya berjalan mengelilingi kamar sambil menyebut fasilitas.
Buat video berdasarkan pengalaman. Tunjukkan bagaimana tamu masuk, melihat view, mencoba tempat tidur, menggunakan workspace, melihat bathroom, lalu menunjukkan fasilitas yang paling relevan.
Durasi dapat disesuaikan dengan cerita. Yang penting setiap shot memiliki fungsi.
7. Tampilkan Behind the Scenes
Salah satu keunggulan TikTok adalah kemampuannya memperlihatkan hal yang biasanya tidak dilihat customer.
Hotel dapat menunjukkan:
- Persiapan breakfast.
- Housekeeping menyiapkan kamar.
- Chef menyiapkan menu.
- Setup wedding.
- Persiapan meeting room.
- Lobby preparation sebelum check-in.
- Flower arrangement.
- Room inspection.
Konten behind the scenes dapat memperlihatkan kualitas kerja dan hospitality culture secara lebih autentik.
8. Manfaatkan Staff sebagai Content Creator
Hotel tidak harus selalu menggunakan influencer. Staff dapat menjadi wajah konten karena mereka memahami produk dan memiliki akses terhadap aktivitas hotel.
Chef dapat membuat konten food. Front office dapat membuat check-in tips. Housekeeping dapat menunjukkan room preparation. Concierge dapat memberikan local recommendation.
Konten akan terasa lebih human ketika dibuat oleh orang yang benar-benar bekerja di hotel.
9. Gunakan Local Content
Hotel merupakan bagian dari sebuah destinasi. TikTok dapat digunakan untuk menangkap audience bahkan sebelum mereka menentukan hotel.
Buat konten seperti:
“3 tempat makan dekat hotel.”
“Morning itinerary di sekitar hotel.”
“Cara menuju hotel dari bandara.”
“Hidden gem yang bisa dikunjungi dalam satu hari.”
“Weekend itinerary untuk first-time visitor.”
Konten seperti ini memiliki potensi menjangkau audience yang sedang berada pada tahap travel inspiration.
10. Buat Konten Food & Beverage yang Menggugah
Food merupakan kategori yang sangat cocok untuk video pendek.
Tampilkan proses memasak, detail makanan, suara cooking, plating, breakfast buffet, signature dish, atau pengalaman dinner.
Gunakan close-up yang realistis dan jangan membuat makanan terlihat berbeda dari produk sebenarnya. Visual harus menggugah tetapi tetap autentik.
11. Gunakan Storytelling dalam Video
Video hotel akan lebih menarik ketika memiliki alur.
Contohnya:
Masalah → Pengalaman → Solusi
“Besok meeting jam 8 pagi, tapi belum tahu harus menginap di mana.”
Kemudian tampilkan lokasi hotel, kamar, workspace, breakfast, dan akses menuju venue.
Format tersebut membuat fitur hotel menjadi bagian dari cerita, bukan daftar fasilitas.
12. Gunakan Tren dengan Selektif
Trend, sound, format, dan meme dapat membantu hotel masuk ke percakapan yang sedang berlangsung. Namun, tidak semua trend cocok untuk brand hospitality.
Pilih trend yang relevan dengan karakter hotel dan audience.
Jangan menggunakan trend hanya karena sedang viral jika tidak memiliki hubungan dengan brand. Konsistensi brand tetap lebih penting daripada mengejar setiap trend.
13. Tampilkan Guest Experience
Dengan izin yang sesuai, hotel dapat menampilkan pengalaman guest dalam bentuk testimonial, review, atau user-generated content.
Contohnya:
“Weekend staycation experience.”
“First time staying at this hotel.”
“Breakfast review.”
“Family stay experience.”
Konten dari guest dapat berfungsi sebagai social proof dan terasa lebih autentik daripada promosi brand secara langsung.
14. Buat Konten Tips Hotel
Konten edukatif dapat membantu hotel membangun authority sekaligus memberikan manfaat kepada audience.
Contoh:
“Cara memilih kamar untuk family.”
“Perbedaan room only dan breakfast included.”
“Tips mendapatkan late check-out sesuai availability.”
“Yang perlu diperhatikan sebelum booking hotel.”
“Cara memilih hotel untuk business trip.”
Konten tersebut dapat menjawab kebutuhan audience dan meningkatkan consideration.
15. Gunakan CTA yang Tepat
Tidak semua video harus berakhir dengan “Book Now”.
CTA sebaiknya disesuaikan dengan tujuan video.
Untuk awareness: “Follow untuk rekomendasi hotel dan destinasi.”
Untuk engagement: “Menurut kamu, pilih room A atau B?”
Untuk traffic: “Detail lengkap ada di link bio.”
Untuk direct booking: “Cek availability melalui website resmi.”
CTA yang relevan terasa lebih natural.
16. Arahkan TikTok ke Website Hotel
TikTok dapat menjadi sumber traffic menuju website. Pastikan profil hotel memiliki informasi yang jelas dan link yang mudah ditemukan.
Jika video membahas package atau direct booking offer, arahkan audience ke landing page yang sesuai, bukan sekadar homepage.
Alurnya dapat dibuat:
TikTok → Content → Profile → Website → Booking Engine → Reservation
Semakin pendek dan relevan customer journey, semakin besar peluang conversion.
17. Buat Konten Direct Booking Tanpa Terlihat Terlalu Sales
Hotel dapat menggunakan TikTok untuk memperkenalkan direct booking benefit.
Contohnya:
“Kenapa booking langsung?”
Tampilkan benefit seperti breakfast, welcome drink, member benefit, atau flexible benefit sesuai rate yang berlaku.
Fokuskan video pada value yang diterima customer, bukan hanya pada pesan “jangan booking di OTA”. Pendekatan positif lebih sesuai untuk membangun brand.
18. Konsisten dengan Brand Hotel
TikTok memang memungkinkan gaya yang lebih santai, tetapi identitas brand tetap harus dijaga.
Perhatikan tone of voice, kualitas visual, cara staff berbicara, penggunaan logo, dan informasi produk.
Luxury hotel dapat menggunakan storytelling yang lebih refined, sedangkan lifestyle atau boutique hotel dapat lebih playful dan conversational.
19. Perhatikan Kualitas Video Tanpa Terlalu Kaku
Video TikTok tidak harus selalu menggunakan kamera profesional. Smartphone modern sudah cukup untuk menghasilkan konten yang baik.
Yang lebih penting adalah:
- Lighting.
- Audio.
- Stabilitas gambar.
- Framing.
- Story.
- Hook.
- Editing.
- Relevansi.
Gunakan tripod atau gimbal jika diperlukan, tetapi jangan sampai produksi menjadi terlalu kaku dan kehilangan karakter natural TikTok.
20. Gunakan Caption dan Hashtag Secukupnya
Caption dapat membantu memberikan konteks tambahan. Hashtag juga dapat digunakan untuk memperjelas topik, tetapi tidak perlu memenuhi caption dengan terlalu banyak hashtag.
Gunakan kombinasi yang relevan dengan brand, lokasi, dan konten.
Contohnya dapat mencakup nama kota, hotel, destination, staycation, hotel experience, atau travel sesuai konteks video.
21. Buat Content Calendar
Konsistensi lebih mudah dicapai jika hotel memiliki kalender konten.
Contoh sederhana:
Senin — Hotel tips.
Selasa — Room experience.
Rabu — Behind the scenes.
Kamis — Food & beverage.
Jumat — Local destination.
Sabtu — Guest experience.
Minggu — Weekend offer atau lifestyle content.
Jadwal dapat berubah berdasarkan data performa dan kebutuhan campaign.
22. Manfaatkan TikTok untuk Event dan Moment
Hotel memiliki banyak momen yang dapat menjadi konten: wedding, meeting, conference, festive season, Ramadan, New Year, anniversary, dan event lainnya.
Tampilkan persiapan sebelum event, transformasi venue, suasana acara, food setup, dan aktivitas team.
Konten event juga dapat menjadi portfolio visual bagi calon client MICE dan wedding.
23. Ukur KPI yang Relevan
Hotel tidak sebaiknya hanya melihat jumlah views.
KPI yang dapat dipantau antara lain:
1. Views.
2. Average watch time.
3. Completion rate.
4. Engagement.
5. Shares.
6. Saves.
7. Profile visits.
8. Link clicks.
9. Website sessions.
10. Booking conversion.
11. Direct revenue dari campaign.
12. Follower growth yang relevan.
Video dengan views lebih kecil tetapi menghasilkan website traffic dan booking dapat memiliki nilai bisnis lebih tinggi.
24. Evaluasi Video Berdasarkan Data
Setelah beberapa video dipublikasikan, hotel perlu mencari pola.
Konten mana yang menghasilkan watch time tinggi? Topik apa yang paling banyak dibagikan? Apakah room tour lebih efektif daripada food content? Apakah local destination menghasilkan lebih banyak profile visits?
Data tersebut digunakan untuk menentukan format berikutnya.
TikTok strategy harus bersifat iterative: publish, measure, learn, dan optimize.
25. Hindari Kesalahan Umum TikTok Hotel
Beberapa kesalahan yang sering terjadi adalah terlalu banyak konten promo, video terlalu formal, hook lemah, durasi tidak sesuai cerita, visual tidak natural, mengikuti trend tanpa relevansi, informasi hotel tidak akurat, dan tidak memiliki CTA.
Kesalahan lainnya adalah hanya mengejar views tanpa menghubungkan TikTok dengan tujuan bisnis hotel.
Kesimpulan
TikTok hotel bukan sekadar platform untuk mengejar video viral. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, TikTok dapat membantu hotel membangun awareness, memperlihatkan pengalaman hospitality, memperkuat consideration, mendatangkan traffic, dan mendukung direct booking.
Kunci utamanya adalah membuat konten yang terasa natural, memiliki cerita, memberikan value, dan relevan dengan audience. Room tour, behind the scenes, staff content, local experience, food, guest experience, tips, dan promotional content dapat digunakan secara seimbang.
Hotel juga perlu menghubungkan TikTok dengan website dan booking engine agar aktivitas social media memiliki jalur menuju revenue.
Pada akhirnya, konten TikTok yang paling kuat bukan selalu konten dengan produksi paling mahal. Konten yang mampu membuat audience membayangkan pengalaman mereka berada di hotel, merasa terhubung dengan brand, dan terdorong mengambil tindakan justru memiliki potensi bisnis yang lebih besar.