Revenue Management Hotel

Cara Memaksimalkan Last Minute Booking

06 August 2026
Diperbarui 09 Aug 2026
5 menit baca
6 views
Cara Memaksimalkan Last Minute Booking

Perubahan perilaku wisatawan dalam beberapa tahun terakhir mengubah pola reservasi hotel secara signifikan. Jika sebelumnya sebagian besar tamu memesan kamar beberapa minggu sebelum kedatangan, kini banyak reservasi terjadi hanya beberapa hari, bahkan beberapa jam sebelum check-in.

Cara Memaksimalkan Last Minute Booking

Last Minute Booking Bukan Lagi Fenomena Musiman

Perubahan perilaku wisatawan dalam beberapa tahun terakhir mengubah pola reservasi hotel secara signifikan. Jika sebelumnya sebagian besar tamu memesan kamar beberapa minggu sebelum kedatangan, kini banyak reservasi terjadi hanya beberapa hari, bahkan beberapa jam sebelum check-in.

Fenomena ini terlihat jelas pada segmen business traveler, perjalanan spontan, staycation, hingga tamu yang membandingkan harga secara real-time melalui berbagai platform digital. Bagi sebagian hotel, kondisi tersebut dianggap sebagai ketidakpastian yang menyulitkan proses perencanaan. Namun bagi hotel yang memiliki strategi revenue management yang matang, last minute booking justru menjadi sumber pendapatan yang sangat bernilai.

Masalahnya bukan terletak pada banyak atau sedikitnya reservasi mendadak. Persoalan utama adalah bagaimana hotel mampu mengubah permintaan yang muncul di menit-menit terakhir menjadi revenue dengan margin yang tetap sehat.

 

Menurunkan Harga Secara Agresif Sering Mengurangi Potensi Profit

Ketika mendekati hari kedatangan masih tersedia banyak kamar kosong, respons yang paling sering dilakukan adalah memberikan diskon besar di berbagai Online Travel Agent (OTA).

Pendekatan tersebut memang dapat meningkatkan peluang reservasi dalam waktu singkat, tetapi tidak selalu menghasilkan keuntungan yang lebih baik.

Setiap potongan harga langsung memengaruhi Average Daily Rate (ADR). Sementara biaya operasional untuk setiap kamar yang terjual relatif tidak berubah. Housekeeping, amenities, laundry, utilitas, dan tenaga kerja tetap harus disediakan dengan standar pelayanan yang sama.

Lebih jauh lagi, tamu mulai terbiasa menunggu harga turun sehingga perilaku pemesanan bergeser. Mereka menunda reservasi karena meyakini hotel akan memberikan diskon menjelang hari kedatangan.

Dalam jangka panjang, strategi ini justru mengikis nilai produk hotel dan menciptakan tekanan terhadap profitabilitas.

 

Booking Pace Menjadi Indikator yang Lebih Bernilai daripada Occupancy

Hotel yang hanya memantau tingkat okupansi sering terlambat mengambil keputusan.

Revenue manager yang efektif lebih banyak memperhatikan booking pace, yaitu kecepatan reservasi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau dibandingkan proyeksi permintaan.

Booking pace memberikan sinyal apakah permintaan berkembang lebih cepat, stabil, atau justru melambat.

Apabila data menunjukkan permintaan masih bergerak positif, hotel memiliki ruang untuk mempertahankan tarif bahkan menaikkannya secara bertahap. Sebaliknya, ketika booking pace melemah, strategi promosi dapat disesuaikan lebih awal sebelum mendekati tanggal kedatangan.

Pendekatan ini menghasilkan keputusan harga yang jauh lebih presisi dibandingkan sekadar bereaksi terhadap jumlah kamar kosong.

 

Gunakan Dynamic Pricing, Bukan Flat Pricing

Last minute booking membutuhkan strategi harga yang fleksibel.

Permintaan dapat berubah dalam hitungan jam karena pembatalan penerbangan, penyelenggaraan konser, agenda pemerintahan, pertandingan olahraga, maupun aktivitas bisnis yang mendadak.

Hotel yang menerapkan dynamic pricing mampu menyesuaikan tarif berdasarkan perubahan permintaan, okupansi, hari kedatangan, perilaku kompetitor, dan pola reservasi.

Harga tidak ditentukan berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan kondisi pasar yang sedang berlangsung.

Pendekatan ini menjaga keseimbangan antara tingkat hunian dan kualitas revenue sehingga hotel tidak kehilangan peluang memperoleh tarif terbaik.

 

Direct Booking Memiliki Nilai yang Lebih Tinggi

Last minute booking tidak selalu harus berasal dari OTA.

Website resmi hotel, aplikasi hotel, WhatsApp Business, media sosial, hingga database pelanggan loyal sering menjadi sumber reservasi yang lebih menguntungkan karena tidak dikenakan komisi distribusi.

Hotel yang aktif membangun hubungan dengan pelanggan memiliki peluang lebih besar memperoleh reservasi langsung pada menit-menit terakhir.

Komunikasi melalui email, notifikasi aplikasi, atau penawaran eksklusif kepada pelanggan lama sering menghasilkan konversi yang lebih baik dibandingkan promosi massal.

Selain meningkatkan margin, direct booking memberikan akses terhadap data pelanggan yang dapat dimanfaatkan untuk strategi pemasaran berikutnya.

 

Kecepatan Operasional Menentukan Keberhasilan Last Minute Booking

Reservasi mendadak menuntut kesiapan operasional.

Ketersediaan kamar harus diperbarui secara real-time. Front office harus mampu memproses check-in dengan cepat. Housekeeping perlu memastikan kamar siap digunakan tanpa penundaan. Informasi reservasi harus langsung tersinkronisasi dengan seluruh departemen terkait.

Kesalahan kecil seperti inventori kamar yang tidak diperbarui atau keterlambatan status housekeeping dapat menyebabkan overbooking maupun kehilangan peluang penjualan.

Hotel dengan sistem operasional yang terintegrasi mampu merespons reservasi last minute secara lebih cepat dan akurat dibandingkan proses manual.

 

Data Real-Time Mengurangi Keputusan yang Bersifat Reaktif

Keputusan mengenai last minute booking tidak dapat menunggu laporan akhir hari.

Revenue manager membutuhkan informasi mengenai jumlah kamar tersedia, sumber reservasi, tingkat pembatalan, performa kanal distribusi, serta perubahan permintaan secara langsung.

Dashboard yang menampilkan data real-time memungkinkan hotel menyesuaikan tarif, membuka atau menutup distribusi pada kanal tertentu, serta mengevaluasi efektivitas promosi sebelum peluang pasar hilang.

Kecepatan membaca data menjadi keunggulan kompetitif ketika pola reservasi semakin dinamis.

 

Tiga Insight Strategis untuk Owner dan General Manager

1. Jangan Menganggap Semua Kamar Kosong Harus Dijual dengan Diskon

Kamar yang belum terjual memang berpotensi menjadi pendapatan yang hilang, tetapi menjualnya terlalu murah juga mengurangi nilai ekonomi hotel. Analisis booking pace dan permintaan pasar memberikan dasar yang lebih kuat dibandingkan keputusan yang hanya didorong oleh rasa khawatir.

2. Last Minute Booking Adalah Bagian dari Strategi Revenue, Bukan Solusi Darurat

Hotel yang sukses telah memasukkan pola reservasi mendadak ke dalam strategi revenue management tahunan. Mereka memiliki skenario harga, distribusi, dan operasional yang telah dipersiapkan jauh sebelum periode tersebut terjadi.

3. Integrasi Data Menjadi Faktor Pembeda

Kemampuan menghubungkan data reservasi, inventori kamar, housekeeping, dan distribusi dalam satu sistem membuat hotel dapat merespons perubahan pasar dalam hitungan menit, bukan jam.

 

Perspektif Bisnis: Last Minute Booking Semakin Membentuk Pola Permintaan Hotel

Perilaku tamu yang semakin dinamis menunjukkan bahwa jendela reservasi akan terus memendek pada banyak segmen pasar. Hotel yang masih mengandalkan strategi harga statis dan proses operasional manual akan semakin sulit memanfaatkan peluang tersebut.

Sebaliknya, hotel yang menerapkan revenue management berbasis data, memanfaatkan dynamic pricing, memperkuat direct booking, dan memiliki sistem operasional yang terintegrasi akan lebih siap mengubah permintaan mendadak menjadi pendapatan yang berkualitas.

Platform seperti Moobi Hotel mendukung kebutuhan tersebut melalui pengelolaan reservasi, inventori kamar, distribusi, serta pelaporan operasional dalam satu ekosistem. Dengan visibilitas data secara real-time, owner, general manager, dan revenue manager dapat mengambil keputusan lebih cepat dan lebih akurat ketika peluang last minute booking muncul.

Dalam industri hospitality modern, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa awal tamu melakukan reservasi, tetapi juga oleh kemampuan hotel memonetisasi setiap peluang yang muncul hingga menit terakhir sebelum kamar ditempati.

 

Bagikan Artikel

Bantu teman Anda temukan insight ini