Revenue Management Hotel

Cara Melakukan Analisis Pasar Hotel

12 August 2026
Diperbarui 12 Aug 2026
6 menit baca
1 views
Cara Melakukan Analisis Pasar Hotel

Hotel dapat memiliki kamar yang bagus, lokasi strategis, fasilitas lengkap, dan brand yang kuat. Namun semua keunggulan tersebut belum menjawab satu hal yang paling menentukan: siapa yang akan membeli kamar tersebut, kapan mereka datang, berapa banyak demand yang tersedia, dan berapa harga yang bersedia mereka bayar?

Cara Melakukan Analisis Pasar Hotel: Membaca Demand Sebelum Menentukan Strategi Bisnis

Hotel Tidak Bisa Menentukan Strategi Hanya dari Kondisi Internal

Hotel dapat memiliki kamar yang bagus, lokasi strategis, fasilitas lengkap, dan brand yang kuat. Namun semua keunggulan tersebut belum menjawab satu hal yang paling menentukan: siapa yang akan membeli kamar tersebut, kapan mereka datang, berapa banyak demand yang tersedia, dan berapa harga yang bersedia mereka bayar?

Kesalahan membaca pasar dapat menghasilkan keputusan yang mahal. Hotel bisa membangun jumlah kamar terlalu banyak, menetapkan tarif terlalu tinggi untuk karakter demand setempat, atau mengalokasikan anggaran pemasaran kepada segmen yang sebenarnya tidak cukup besar.

Dalam proyek hotel baru maupun evaluasi hotel existing, analisis pasar menjadi fondasi sebelum manajemen membahas target occupancy, ADR, revenue, bahkan rencana investasi.

Analisis pasar yang baik bukan sekadar mencari daftar hotel kompetitor. Prosesnya harus menjawab bagaimana pasar bekerja dan posisi hotel di dalamnya.

 

Mulai dari Memahami Demand Generator

Langkah pertama adalah mengidentifikasi demand generator, yaitu aktivitas atau lokasi yang secara konsisten menciptakan kebutuhan akomodasi.

Sumber demand dapat berbeda antara satu kota dengan kota lainnya.

Hotel di kawasan bisnis mungkin bergantung pada corporate traveler, meeting, konferensi, dan aktivitas perusahaan. Hotel di destinasi wisata lebih banyak dipengaruhi leisure traveler, musim liburan, atraksi wisata, dan event. Sementara hotel di sekitar kawasan industri dapat memperoleh demand dari pekerja proyek, vendor, supplier, dan business visitor.

Beberapa demand generator yang perlu dipetakan meliputi:

  • Kawasan perkantoran
  • Kawasan industri
  • Destinasi wisata
  • Bandara dan stasiun
  • Rumah sakit
  • Universitas
  • Pusat pemerintahan
  • Convention center
  • Pusat perbelanjaan
  • Venue olahraga
  • Event dan festival tahunan

Semakin dekat dan semakin kuat hubungan suatu hotel dengan demand generator, semakin besar peluangnya memperoleh permintaan yang stabil.

 

Ukur Besarnya Supply Kompetitor

Setelah memahami sumber demand, analisis bergeser ke supply.

Manajemen perlu mengetahui berapa banyak kamar yang sebenarnya bersaing untuk mendapatkan tamu yang sama.

Jangan hanya menghitung jumlah hotel dalam radius tertentu. Kompetitor perlu dikelompokkan berdasarkan karakter bisnisnya.

Misalnya:

Kelompok Karakteristik
Direct Competitor Hotel dengan kelas, lokasi, fasilitas, dan target pasar serupa
Secondary Competitor Hotel yang memiliki target tamu serupa tetapi berbeda positioning
Alternative Accommodation Apartemen, villa, serviced apartment, atau akomodasi alternatif

Hotel dengan 100 kamar tidak selalu bersaing langsung dengan semua hotel di sekitarnya. Yang lebih relevan adalah hotel yang memperebutkan demand pool yang sama.

 

Analisis Kompetitor Tidak Berhenti pada Harga Kamar

Membandingkan harga kamar kompetitor memang diperlukan, tetapi harga hanyalah salah satu bagian dari competitive analysis.

Manajemen perlu melihat:

  • Room rate
  • Occupancy
  • Room type
  • Fasilitas
  • Review tamu
  • Rating
  • Lokasi
  • Channel distribusi
  • Promosi
  • Paket
  • Corporate positioning
  • Meeting dan event facilities

Harga murah tidak otomatis berarti kompetitor memiliki positioning lebih kuat.

Hotel dengan ADR lebih tinggi mungkin memiliki keunggulan pada lokasi, brand, fasilitas, kualitas layanan, atau segmentasi pasar.

Karena itu, competitive set harus dianalisis berdasarkan value proposition, bukan sekadar nominal tarif.

 

Pahami Siapa yang Sebenarnya Membeli Kamar

Analisis pasar juga membutuhkan segmentasi.

Secara umum, hotel dapat memiliki beberapa segmen seperti:

  • Corporate
  • Government
  • Leisure
  • Group
  • MICE
  • Wedding
  • Wholesale
  • OTA
  • Long stay
  • Airline crew

Setiap segmen memiliki pola booking dan sensitivitas harga berbeda.

Corporate traveler mungkin melakukan booking pada hari kerja dan membutuhkan fleksibilitas. Leisure traveler lebih sensitif terhadap musim liburan dan harga. Group membutuhkan inventory dalam jumlah besar tetapi biasanya melakukan reservasi lebih jauh hari.

Perbedaan perilaku tersebut akan memengaruhi pricing, sales strategy, inventory allocation, hingga forecast revenue.

 

Lihat Pola Demand, Bukan Hanya Angka Tahunan

Average occupancy tahunan dapat terlihat menarik, tetapi angka tersebut bisa menyembunyikan masalah besar.

Hotel dengan occupancy rata-rata 70% belum tentu memiliki demand yang sehat jika sebagian besar revenue hanya terkonsentrasi pada akhir pekan atau musim tertentu.

Karena itu, analisis pasar perlu melihat pola berdasarkan:

  • Hari kerja vs akhir pekan
  • High season vs low season
  • Libur nasional
  • Event kota
  • Musim wisata
  • Bulan tertentu
  • Lead time booking

Pola tersebut membantu manajemen memahami kapan hotel memiliki pricing power dan kapan harus lebih agresif mencari demand.

 

Analisis Event Dapat Mengubah Forecast

Event lokal sering menjadi sumber demand yang sangat signifikan.

Konser, pameran, konferensi, festival, pertandingan olahraga, wisuda universitas, hingga acara pemerintahan dapat meningkatkan permintaan kamar dalam waktu singkat.

Hotel yang memetakan kalender event tahunan dapat mempersiapkan inventory dan pricing lebih awal.

Sebaliknya, hotel yang mengabaikan event calendar dapat menjual kamar terlalu murah ketika demand sedang meningkat.

Dalam revenue management, informasi mengenai event sering menjadi input yang sama pentingnya dengan data historis hotel.

 

Gunakan Data Internal untuk Memvalidasi Kondisi Pasar

Analisis pasar eksternal harus dibandingkan dengan performa hotel sendiri.

Misalnya, pasar kawasan menunjukkan pertumbuhan demand, tetapi occupancy hotel tidak mengalami peningkatan. Kondisi tersebut perlu ditelusuri.

Kemungkinan masalahnya dapat berasal dari:

  • Harga tidak kompetitif
  • Distribusi lemah
  • Review buruk
  • Sales corporate kurang aktif
  • Positioning tidak jelas
  • Inventory tidak tersedia pada periode demand tinggi

Perbandingan antara market performance dan hotel performance membantu manajemen menemukan apakah masalah berasal dari pasar atau dari strategi hotel sendiri.

 

Analisis Pasar Harus Menghasilkan Keputusan

Analisis pasar yang berhenti pada tabel kompetitor tidak memberikan banyak nilai bagi manajemen.

Hasil analisis harus diterjemahkan menjadi keputusan konkret.

Contohnya:

Demand tinggi + supply terbatas
→ terdapat peluang meningkatkan ADR.

Demand rendah + supply kompetitor besar
→ hotel membutuhkan strategi segmentasi dan distribusi yang lebih agresif.

Corporate demand kuat pada weekday
→ sales dapat memperbesar corporate account dan contract rate.

Leisure demand tinggi pada weekend
→ inventory dan pricing dapat disesuaikan dengan pola tersebut.

Di titik ini, market analysis mulai terhubung dengan revenue management.

 

Tiga Insight Strategis untuk Manajemen Hotel

1. Pasar Harus Dibaca Berdasarkan Demand Pool

Jumlah penduduk atau jumlah hotel dalam satu kota belum menggambarkan potensi pasar. Yang lebih relevan adalah siapa yang membutuhkan kamar, kapan mereka membutuhkan, dan berapa besar supply yang tersedia untuk melayani demand tersebut.

2. Kompetitor Harus Dibandingkan Berdasarkan Value

Hotel dengan tarif berbeda dapat tetap menjadi kompetitor jika mereka mengejar segmen tamu yang sama. Analisis harus melihat keseluruhan value proposition, bukan hanya harga.

3. Market Analysis Harus Berujung pada Keputusan Revenue

Informasi pasar memiliki nilai ketika digunakan untuk menentukan pricing, segmentasi, distribusi, sales strategy, inventory, dan forecast.

 

Perspektif Bisnis

Analisis pasar hotel merupakan proses membaca hubungan antara demand, supply, kompetitor, harga, dan perilaku tamu.

Bagi investor, analisis tersebut membantu menilai apakah sebuah lokasi memiliki potensi yang cukup untuk mendukung investasi hotel. Bagi General Manager, hasilnya menjadi dasar penyusunan strategi operasional dan komersial. Bagi Revenue Manager, market intelligence menjadi input untuk menentukan pricing dan inventory.

Platform seperti Moobi Hotel dapat membantu menghubungkan data operasional hotel dengan proses pengambilan keputusan revenue, sehingga informasi mengenai occupancy, ADR, RevPAR, booking pace, dan performa revenue dapat dibaca sebagai satu kesatuan.

Hotel yang memahami pasarnya tidak selalu menjadi hotel dengan harga paling murah atau fasilitas paling lengkap. Keunggulannya terletak pada kemampuan memahami demand mana yang layak dikejar, kapan demand tersebut muncul, dan bagaimana hotel harus memposisikan dirinya untuk menangkap revenue tersebut.

 

Bagikan Artikel

Bantu teman Anda temukan insight ini