Hotel adalah bisnis yang sangat bergantung pada manusia.
Di satu sisi, hotel harus mengelola:
- ratusan employee;
- berbagai department;
- multiple shift;
- attendance;
- overtime;
- leave;
- payroll;
- recruitment;
- training;
- performance;
- employee movement.
Di sisi lain, management membutuhkan data untuk menjawab pertanyaan:
Berapa manpower yang tersedia?
Berapa overtime bulan ini?
Department mana yang memiliki absenteeism tinggi?
Berapa turnover hotel?
Siapa yang eligible untuk promotion?
Berapa labor cost dibanding budget?
Jika semua informasi tersebut masih tersebar di:
Excel + WhatsApp + kertas + file pribadi
maka HR menghadapi masalah yang bukan sekadar administratif.
Masalah utamanya adalah:
Data Fragmentation.
Di sinilah:
Human Resource Information System (HRIS)
memiliki peran penting.
HRIS bukan sekadar software untuk menyimpan data karyawan.
Dalam hotel yang sudah berkembang, HRIS dapat menjadi:
People Data Infrastructure
yang menghubungkan:
Employee Data → Workforce Management → Payroll → Performance → Analytics → Management Decision
1. Apa Itu HRIS?
HRIS adalah sistem yang digunakan untuk:
Collect → Store → Manage → Process → Analyze
data dan aktivitas yang berkaitan dengan human resources.
Secara sederhana:
HRIS = Centralized Employee Information System
Data yang sebelumnya tersebar dapat dikumpulkan ke dalam satu sistem.
Contohnya:
Employee Profile
- nama;
- employee ID;
- position;
- department;
- employment status;
- join date;
- contract information.
Attendance
- clock-in;
- clock-out;
- absence;
- lateness;
- attendance record.
Leave
- annual leave;
- sick leave;
- other approved leave;
- leave balance.
Payroll Input
- attendance;
- overtime;
- allowance;
- deduction;
- payroll variables.
Performance
- KPI;
- appraisal;
- competency;
- development plan.
Workforce
- manpower;
- vacancy;
- turnover;
- overtime;
- productivity.
HRIS menjadi:
Single Source of Employee Data.
2. HRIS Bukan Sekadar Database
Ini kesalahan pemahaman yang cukup umum.
Jika HRIS hanya digunakan untuk:
Menyimpan data employee
maka hotel baru menggunakan sebagian kecil kemampuannya.
Nilai yang lebih besar muncul ketika data digunakan untuk:
Decision Making.
Contoh:
HRIS menunjukkan overtime Housekeeping meningkat.
Data kemudian dibandingkan dengan:
- occupancy;
- room departure;
- staffing level;
- absenteeism;
- productivity.
Management dapat menemukan:
Apakah overtime disebabkan oleh manpower shortage atau workload increase?
HRIS berubah dari:
Administrative Tool
menjadi:
Management Tool.
3. Mengapa Hotel Membutuhkan HRIS?
Hotel memiliki karakteristik yang membuat HR administration relatif kompleks:
24/7 Operation
Multiple Shift
High Employee Volume
Multiple Department
Variable Workload
High Employee Movement
Attendance Sensitivity
Overtime
Seasonality
Semakin kompleks operasional:
Manual HR Management Risk ↑
HRIS membantu mengurangi:
Data Error + Administrative Delay + Information Fragmentation
4. HRIS dan Struktur Organisasi Hotel
Hotel biasanya memiliki banyak department:
- Front Office;
- Housekeeping;
- Food & Beverage;
- Kitchen;
- Engineering;
- Sales & Marketing;
- Finance;
- HR;
- Security;
- IT.
Setiap department memiliki:
Headcount + Position + Shift + Attendance + Performance
yang berbeda.
Tanpa sistem terpusat:
HR → menggabungkan data dari banyak sumber.
Dengan HRIS:
Department → HRIS → HR → Management
Data lebih mudah dikonsolidasikan.
5. HRIS untuk Employee Master Data
Salah satu fungsi paling dasar adalah:
Employee Master Data.
Hotel dapat menyimpan:
- employee ID;
- position;
- department;
- grade;
- employment status;
- joining date;
- supervisor;
- contract period;
- organizational unit.
Jika data berubah:
Promotion
Transfer
Department Movement
Status Change
perubahan dapat dicatat dalam sistem.
Ini penting karena struktur organisasi hotel selalu bergerak.
6. HRIS untuk Attendance
Attendance merupakan area penting dalam hotel.
Karena employee bekerja dalam:
Shift
dan tidak semua department memiliki:
Office Hour.
HRIS dapat terhubung dengan:
- biometric;
- attendance machine;
- mobile attendance;
- access control.
Data kemudian dapat digunakan untuk melihat:
- lateness;
- absence;
- early departure;
- attendance rate;
- shift compliance.
Dengan demikian HR tidak harus:
Rekap Manual
setiap periode.
7. HRIS untuk Shift Management
Hotel membutuhkan:
Right Person → Right Shift → Right Day
HRIS dapat membantu menyimpan dan mengelola:
- roster;
- shift assignment;
- schedule;
- attendance;
- shift change.
Data tersebut dapat dibandingkan dengan:
Actual Attendance
sehingga management dapat melihat:
Scheduled vs Actual
8. HRIS untuk Overtime
Overtime sering menjadi:
Hidden Labor Cost
jika tidak dikontrol.
HRIS dapat membantu melihat:
- overtime hours;
- overtime by department;
- overtime by employee;
- overtime frequency;
- overtime cost.
Contoh:
Housekeeping:
OT ↑ 35%
Management kemudian dapat mengecek:
- occupancy;
- departure;
- manpower;
- absenteeism;
- productivity.
Jika OT terjadi berulang:
Root Cause Analysis
harus dilakukan.
9. HRIS dan Manpower Planning
HRIS dapat membantu menjawab:
Berapa employee yang dimiliki hotel?
Tetapi pertanyaan yang lebih penting:
Apakah jumlah employee sesuai kebutuhan operasional?
Management dapat membandingkan:
Budgeted Manpower
vs
Actual Manpower
vs
Workload
vs
Business Demand
Contoh:
Occupancy:
60%
Manpower:
100 employee
Occupancy naik menjadi:
85%
tetapi manpower tetap:
100 employee
Management perlu melihat:
Productivity
dan:
Service Impact.
10. HRIS dan Workforce Analytics
Data HRIS dapat digunakan untuk melihat:
Headcount
Jumlah employee.
Labor Cost
Biaya tenaga kerja.
Absenteeism
Tingkat ketidakhadiran.
Overtime
Jam lembur.
Turnover
Employee movement.
Tenure
Lama bekerja.
Productivity
Output per employee.
Data tersebut membantu management melihat:
People Pattern
bukan hanya:
People Record.
11. HRIS untuk Recruitment
Recruitment hotel dapat memiliki volume tinggi.
HRIS atau HR platform yang terintegrasi dapat membantu:
Job Opening → Candidate → Screening → Interview → Offer → Onboarding
Management dapat memonitor:
- vacancy;
- candidate pipeline;
- time to fill;
- source of hire;
- hiring status.
Ini membantu HR menjawab:
“Kenapa posisi ini belum terisi?”
bukan hanya:
“Masih proses recruitment.”
12. HRIS dan Onboarding
Setelah employee diterima:
Hiring belum selesai.
Employee perlu:
- employee data;
- contract;
- document;
- orientation;
- training;
- department assignment;
- uniform;
- access;
- system account.
HRIS dapat membantu membuat:
Onboarding Checklist
sehingga proses tidak bergantung pada:
Memory HR Officer.
13. HRIS untuk Leave Management
Leave management dapat menjadi rumit ketika jumlah employee meningkat.
HRIS dapat membantu:
- leave request;
- approval;
- leave balance;
- leave history;
- department calendar.
Supervisor dapat melihat:
Siapa yang sedang leave?
HR dapat melihat:
Berapa leave balance?
Management dapat melihat:
Apakah leave pattern memengaruhi manpower availability?
14. HRIS untuk Payroll Preparation
HRIS tidak selalu berarti sistem payroll penuh.
Tetapi HRIS dapat menyediakan:
Payroll Inputs
seperti:
- attendance;
- overtime;
- leave;
- allowance;
- deduction;
- employee status.
Data tersebut kemudian dapat diproses oleh:
Payroll System
atau modul payroll dalam HRIS.
Tujuan utamanya:
Reduce Manual Data Entry
dan:
Reduce Error.
15. HRIS dan Performance Management
Performance appraisal tidak harus berdiri sendiri.
HRIS dapat menyimpan:
- KPI;
- rating;
- competency;
- appraisal history;
- development plan;
- performance improvement plan.
Dengan historical data:
Management dapat melihat:
Performance Trend
bukan hanya:
Annual Rating.
16. HRIS untuk Training
Hotel membutuhkan training untuk:
- service;
- SOP;
- safety;
- leadership;
- technical skill;
- compliance.
HRIS dapat membantu mencatat:
Training Need → Training → Attendance → Assessment → Completion
Management dapat mengetahui:
Siapa yang sudah training?
Siapa yang belum?
Training apa yang paling sering dibutuhkan?
17. HRIS dan Competency Management
Hotel dapat membangun:
Competency Matrix
Contoh Housekeeping:
| Competency | Staff A | Staff B | Staff C |
|---|---|---|---|
| Room Cleaning | 4 | 3 | 5 |
| SOP | 5 | 3 | 4 |
| Inspection | 3 | 4 | 4 |
| Guest Handling | 3 | 4 | 2 |
Data ini membantu menentukan:
Development Priority
dan:
Promotion Readiness.
18. HRIS untuk Employee Recognition
Employee recognition dapat dicatat:
- award;
- appreciation;
- service excellence;
- guest compliment;
- achievement.
Data historical membantu management melihat:
Consistent Contributors
bukan hanya employee yang:
terlihat menonjol sekali.
19. HRIS untuk Disciplinary Management
Untuk kasus tertentu, HRIS dapat menyimpan:
- warning;
- disciplinary action;
- incident record;
- corrective action;
- follow-up.
Namun data tersebut harus dikelola dengan:
Access Control
dan:
Confidentiality.
Tidak semua employee boleh melihat:
Employee Relations Data.
20. HRIS dan Employee Lifecycle
HRIS dapat mengikuti perjalanan employee:
Recruitment
↓
Onboarding
↓
Employment
↓
Attendance
↓
Training
↓
Performance
↓
Promotion / Transfer
↓
Retention
↓
Exit
Ini disebut:
Employee Lifecycle Management.
Hotel mendapatkan:
End-to-End People Data
dari satu lifecycle.
21. HRIS dan Turnover Analysis
Turnover tidak cukup dihitung:
Jumlah Resign
Management harus mengetahui:
Who + Where + When + Why
HRIS dapat membantu menghubungkan:
- department;
- tenure;
- position;
- manager;
- employment status;
- exit reason.
Misalnya:
Turnover Front Office:
18%
Turnover Housekeeping:
8%
Pertanyaan berikutnya:
Mengapa gap tersebut terjadi?
HRIS menjadi titik awal:
Investigation.
22. HRIS dan Exit Interview
Exit interview dapat dikaitkan dengan data:
Employee Profile + Tenure + Department + Manager + Exit Reason
Jika 70% resign employee Housekeeping dengan tenure:
< 12 bulan
maka management perlu melihat:
- recruitment expectation;
- onboarding;
- supervisor behavior;
- workload;
- compensation;
- career path.
Data membantu mengubah:
Exit Interview
menjadi:
Retention Insight.
23. HRIS dan Employee Engagement
HRIS bukan selalu platform survey engagement.
Tetapi HRIS dapat menjadi:
Employee Data Layer
yang digabungkan dengan:
Engagement Survey
Contoh:
Department dengan engagement rendah juga memiliki:
- overtime tinggi;
- absenteeism tinggi;
- turnover tinggi.
Sekarang management memiliki:
Correlated Signals
yang dapat dianalisis lebih lanjut.
Correlation bukan otomatis:
Causation.
Tetapi cukup untuk:
Investigation.
24. HRIS untuk Hotel Multi-Property
Untuk hotel group:
Data Complexity ↑
Contoh:
Property A:
150 employee
Property B:
120 employee
Property C:
220 employee
Jika setiap property memiliki format Excel berbeda:
Consolidation Risk ↑
HRIS dapat membantu membuat:
Standardized People Data Structure
antar-property.
Management dapat melihat:
Group-Level Workforce View.
25. HRIS dan Standardisasi Antar-Property
Hotel group dapat menyamakan:
- position code;
- department code;
- grade;
- employment status;
- attendance rule;
- leave category;
- competency;
- performance rating.
Dengan standardisasi:
Property Comparison
menjadi lebih valid.
Tanpa standardisasi:
Data Comparison = Apples vs Oranges.
26. HRIS dan Workforce Cost
HRIS dapat membantu management menghubungkan:
Headcount
dengan:
Labor Cost
dan:
Operational Output
Contoh:
Hotel A:
120 employee
Labor cost:
Rp1,8 miliar/bulan
Hotel B:
110 employee
Labor cost:
Rp1,6 miliar/bulan
Angka tersebut belum cukup.
Bandingkan dengan:
- occupancy;
- room count;
- revenue;
- productivity;
- service quality.
Tujuan bukan:
Minimize Headcount
tetapi:
Optimize Workforce.
27. HRIS Bukan Alat untuk Mengurangi Staff Semata
Ini penting.
Jika management menggunakan HRIS hanya untuk:
Mengontrol attendance
maka manfaatnya terlalu sempit.
Tujuan HRIS seharusnya:
Right People + Right Cost + Right Capability + Right Time
Dengan kata lain:
Workforce Optimization
bukan:
Headcount Reduction.
28. HRIS dan Decision Making Management
Manager dapat menggunakan HRIS untuk menjawab:
Operations
Apakah manpower cukup?
Finance
Apakah labor cost sesuai budget?
HR
Apakah turnover meningkat?
Department Head
Siapa yang memiliki performance gap?
GM
Apakah workforce mendukung business strategy?
Data HRIS menjadi:
Input untuk Decision Making.
29. HRIS dan Data Accuracy
Sistem digital tidak otomatis membuat data:
Accurate.
Jika data input salah:
Garbage In → Garbage Out
Contoh:
Position salah.
↓
Organizational chart salah.
↓
Headcount report salah.
↓
Manpower planning salah.
Karena itu hotel membutuhkan:
Data Governance.
30. HRIS dan Data Governance
Tentukan:
Who Can Create?
Who Can Edit?
Who Can Approve?
Who Can View?
Contoh:
Employee:
View Own Data
Supervisor:
View Team Data
HR:
Manage Employee Data
GM:
View Management Dashboard
Sensitive HR data:
Restricted Access
Access harus mengikuti:
Role + Responsibility + Need to Know.
31. HRIS dan Data Privacy
Data employee dapat mencakup:
- identity;
- employment;
- payroll;
- attendance;
- performance;
- disciplinary records.
Karena itu HRIS membutuhkan:
Security
Access Control
Audit Trail
Backup
Data Retention Policy
Secure Authentication
Hotel harus memperhatikan ketentuan perlindungan data yang berlaku di Indonesia.
32. HRIS Tidak Selalu Harus Mahal
Kesalahan lain:
“Hotel kecil tidak membutuhkan HRIS.”
Tidak selalu.
Hotel kecil dapat memulai dari kebutuhan paling kritis:
Employee Master Data
Attendance
Leave
Document
Kemudian berkembang ke:
Payroll
Performance
Training
Analytics
Yang penting:
Business Need → System Selection
bukan:
System → Find a Problem
33. Jangan Membeli HRIS karena Banyak Fitur
Software dengan:
100 Features
belum tentu lebih baik.
Hotel harus bertanya:
Apakah fitur tersebut digunakan?
Fokus pada:
Usability
Mudah digunakan?
Integration
Dapat terhubung dengan system lain?
Scalability
Bisa berkembang?
Reporting
Apakah data dapat dianalisis?
Security
Apakah akses dan data aman?
Support
Apakah vendor memiliki support yang memadai?
34. HRIS Harus Terintegrasi dengan Ekosistem Hotel
Idealnya HRIS dapat berhubungan dengan:
Attendance System
↓
HRIS
↓
Payroll
↓
Finance
dan:
HRIS
↓
PMS / Workforce Data
jika relevan.
Tujuannya:
Reduce Duplicate Data Entry
dan:
Create Consistent Data Flow.
35. Jangan Memaksakan Integrasi
Tidak semua sistem harus langsung terintegrasi.
Hotel dapat memulai:
Core HRIS
kemudian menambahkan:
Attendance
↓
Leave
↓
Payroll
↓
Performance
↓
Analytics
Implementasi bertahap dapat mengurangi:
Change Management Risk.
36. HRIS dan Change Management
Masalah terbesar dalam implementasi HRIS sering bukan:
Technology
tetapi:
People.
Employee dapat berkata:
“Excel lebih gampang.”
Supervisor:
“Saya sudah terbiasa WhatsApp.”
HR:
“Sistem ini terlalu ribet.”
Masalahnya:
Adoption.
Karena itu implementasi harus mencakup:
Training + Communication + Support + Monitoring
37. Jangan Digitalisasi Proses yang Buruk
Jika proses manual:
10 Approval
lalu HRIS hanya mengubahnya menjadi:
10 Digital Approval
hotel tidak menjadi lebih efisien.
Sebelum digitalisasi:
Review Process
Tanyakan:
Apa yang benar-benar diperlukan?
Kemudian:
Simplify → Standardize → Digitize
Urutannya penting.
38. HRIS dan Automation
HRIS dapat mengurangi pekerjaan administratif seperti:
- attendance calculation;
- leave balance;
- report generation;
- employee document;
- approval workflow;
- reminder;
- basic analytics.
Waktu HR dapat dialihkan dari:
Administrative Work
ke:
People Strategy
seperti:
- talent development;
- retention;
- workforce planning;
- leadership development.
39. HRIS dan Workforce Planning
HRIS menjadi semakin bernilai jika dikombinasikan dengan:
Occupancy Forecast
Revenue Forecast
Workload
Productivity
Management dapat membangun:
Demand → Workforce Model
Contoh:
Jika forecast occupancy meningkat:
65% → 85%
management dapat memperkirakan:
- manpower requirement;
- overtime risk;
- recruitment need;
- roster adjustment.
HR tidak lagi hanya:
Reactive
tetapi:
Predictive.
40. HRIS dan Workforce Analytics
Hotel dapat membangun dashboard:
People
- headcount;
- turnover;
- tenure.
Cost
- payroll;
- overtime;
- labor cost.
Productivity
- revenue per employee;
- rooms per attendant;
- output per FTE.
Performance
- KPI achievement;
- appraisal distribution.
Talent
- high performer;
- successor;
- training gap.
Ini membantu management melihat:
People → Business Relationship
41. Contoh Dashboard HRIS Hotel
| Metric | Actual | Target | Status |
| Headcount | 185 | 180 | Review |
| Turnover | 12% | <10% | Alert |
| Absenteeism | 4.2% | <4% | Review |
| Overtime | 1,250 hrs | <1,000 | Alert |
| Training Completion | 94% | >90% | Good |
| Appraisal Completion | 98% | 100% | Good |
Dashboard bukan tujuan akhir.
Tujuannya adalah:
Management Action.
Misalnya:
OT tinggi.
↓
Investigate.
↓
Housekeeping manpower shortage.
↓
Recruitment / roster adjustment.
↓
OT turun.
Inilah:
Data → Decision → Action → Result
42. HRIS dan HR Analytics
HR analytics dapat berkembang dari:
Descriptive
Apa yang terjadi?
Contoh:
Turnover 15%.
Diagnostic
Mengapa terjadi?
Turnover tinggi pada employee tenure <1 tahun.
Predictive
Apa yang mungkin terjadi?
Model menunjukkan risk turnover meningkat pada department tertentu.
Prescriptive
Apa yang harus dilakukan?
Management membuat retention intervention.
HRIS terutama menyediakan:
Data Foundation
untuk perjalanan tersebut.
43. ROI HRIS Harus Dihitung
Jangan hanya bertanya:
Berapa harga software?
Hitung:
Cost
- subscription;
- implementation;
- integration;
- training;
- support.
Benefit
- administrative hours saved;
- payroll error reduction;
- overtime control;
- faster reporting;
- reduced paper;
- improved compliance;
- better workforce decisions.
ROI dapat dihitung berdasarkan:
Financial Benefit − System Cost
dibanding:
System Cost
Namun benefit tidak selalu langsung berbentuk uang.
44. KPI Implementasi HRIS
Setelah HRIS diterapkan, ukur:
Adoption
Berapa persen user aktif?
Data Accuracy
Berapa banyak error?
Process Time
Apakah proses HR lebih cepat?
Payroll Error
Apakah error berkurang?
Reporting Time
Berapa lama membuat report?
Employee Self-Service
Berapa banyak transaksi dilakukan employee?
Manager Usage
Apakah manager benar-benar menggunakan dashboard?
Jika software dibeli tetapi tidak digunakan:
ROI rendah.
45. HRIS untuk Employee Self-Service
HRIS modern dapat memungkinkan employee:
- melihat profile;
- request leave;
- melihat schedule;
- melihat attendance;
- mengajukan correction;
- mengakses document tertentu.
Ini mengurangi:
Administrative Dependency on HR
dan meningkatkan:
Employee Ownership.
46. HRIS Mengubah Peran HR
Tanpa sistem:
HR dapat menghabiskan waktu untuk:
Data Entry
Excel Consolidation
Report Preparation
Document Search
Dengan sistem yang baik:
HR dapat lebih fokus pada:
Workforce Strategy
Talent Management
Leadership Development
Employee Retention
Organizational Development
Transformasinya:
HR Administrator → People & Business Partner
47. Kapan Hotel Sebaiknya Menggunakan HRIS?
Tidak ada angka employee yang berlaku untuk semua hotel.
Namun kebutuhan HRIS biasanya meningkat ketika:
- employee semakin banyak;
- multiple shift semakin kompleks;
- multiple property;
- payroll semakin rumit;
- turnover tinggi;
- overtime meningkat;
- reporting membutuhkan waktu lama;
- HR menggunakan terlalu banyak spreadsheet;
- management membutuhkan real-time data.
Indikator paling kuat bukan:
Jumlah Employee
tetapi:
Complexity of People Operations.
48. Checklist Sebelum Memilih HRIS
Hotel dapat mengevaluasi:
-
Employee master data
-
Attendance
-
Shift / roster
-
Leave
-
Overtime
-
Payroll integration
-
Recruitment
-
Onboarding
-
Performance
-
Training
-
Employee self-service
-
Reporting
-
Workforce analytics
-
Multi-property
-
Role-based access
-
Audit trail
-
Data security
-
Integration capability
-
Vendor support
-
Scalability
Tidak semua hotel membutuhkan semua fitur.
Prioritaskan:
Critical Requirement → Useful Requirement → Nice to Have
49. Roadmap Implementasi HRIS Hotel
Implementasi dapat dilakukan bertahap.
Phase 1 — Data Foundation
Employee master data.
Phase 2 — Workforce Control
Attendance + leave + roster.
Phase 3 — Payroll
Payroll input / integration.
Phase 4 — Talent
Recruitment + onboarding + performance + training.
Phase 5 — Analytics
Dashboard + workforce analytics.
Phase 6 — Optimization
Forecasting + automation + multi-property analytics.
Pendekatan bertahap membantu mengurangi:
Implementation Shock.
50. Framework HRIS Hotel
Gunakan framework:
DATA → CONTROL → ANALYZE → DECIDE → IMPROVE
DATA
Kumpulkan employee information.
CONTROL
Kelola attendance, leave, overtime, dan workforce.
ANALYZE
Temukan trend dan anomaly.
DECIDE
Management mengambil keputusan.
IMPROVE
Ubah process, manpower, development, atau policy.
Jika HRIS hanya berhenti pada:
DATA
maka nilai bisnisnya terbatas.
Nilai terbesar muncul ketika:
Data menghasilkan Action.
Kesimpulan
HRIS bukan sekadar:
Software untuk menyimpan data karyawan.
Dalam hotel, HRIS dapat menjadi fondasi untuk:
Employee Data
Attendance
Leave
Overtime
Payroll
Performance
Training
Manpower Planning
Talent Management
dan:
Workforce Analytics
Nilai sebenarnya bukan pada jumlah fitur yang dimiliki software.
Nilainya berada pada kemampuan hotel mengubah:
People Data
menjadi:
Management Insight
kemudian:
Management Insight
menjadi:
Better Decision
dan akhirnya:
Better Business Outcome.
Framework sederhananya:
DATA → CONTROL → ANALYZE → DECIDE → IMPROVE
Hotel tidak membutuhkan HRIS hanya karena:
“Semua hotel modern harus digital.”
Hotel membutuhkan HRIS ketika kompleksitas workforce sudah membuat proses manual menghasilkan:
Data Fragmentation
Administrative Inefficiency
Control Risk
dan:
Decision Delay.
Pada akhirnya, HRIS yang baik bukan sistem yang membuat HR memiliki lebih banyak data.
Tetapi sistem yang membuat hotel:
lebih mengetahui kondisi workforce, lebih cepat melihat masalah, lebih akurat mengambil keputusan, dan lebih mampu menghubungkan people management dengan business performance.