Dalam bisnis hotel, mendapatkan pelanggan baru memang penting. Namun, mempertahankan dan mengembangkan account yang sudah menghasilkan revenue sering kali memiliki nilai strategis yang jauh lebih besar. Satu perusahaan dapat menghasilkan room night secara rutin, meeting, training, corporate gathering, F&B, hingga kebutuhan event lainnya. Jika hubungan tersebut dikelola dengan baik, satu account dapat berkembang menjadi sumber revenue jangka panjang.
Di sinilah Account Management memiliki peran penting.
Account Management hotel bukan sekadar menghubungi pelanggan ketika ada kebutuhan booking. Fungsi ini harus memahami karakteristik setiap account, mengetahui potensi revenue, memetakan decision maker, memahami kebutuhan bisnis pelanggan, memonitor performance, menyelesaikan masalah, serta mencari peluang untuk meningkatkan share of wallet.
Dengan pendekatan tersebut, hubungan antara hotel dan account tidak lagi hanya bersifat transaksional. Hotel dapat berkembang menjadi preferred partner bagi perusahaan atau organisasi tersebut.
1. Memahami Konsep Account Management Hotel
Account Management adalah proses mengelola hubungan dengan pelanggan atau partner bisnis secara terstruktur untuk mempertahankan bisnis yang sudah ada sekaligus mengembangkan potensi bisnis baru.
Dalam konteks hotel, account management dapat mencakup:
- Corporate account.
- Government account.
- Travel agent.
- Event organizer.
- Wedding organizer.
- Corporate travel management.
- Education institution.
- Association dan komunitas.
- Perusahaan lokal.
- Perusahaan nasional atau multinasional.
- Long-stay account.
- Group dan event account.
Setiap account memiliki karakteristik, volume bisnis, kebutuhan, dan potensi yang berbeda. Karena itu, hotel tidak seharusnya menggunakan strategi yang sama untuk semua account.
2. Bedakan Account Management dengan Sales
Sales dan Account Management saling berkaitan, tetapi memiliki fokus yang berbeda.
Sales terutama berfokus pada acquisition dan penciptaan business baru. Account Management lebih banyak berfokus pada retention, development, dan expansion dari account yang sudah ada.
Misalnya, seorang salesperson mendapatkan perusahaan baru yang menghasilkan 300 room nights per tahun. Setelah account tersebut berhasil diperoleh, Account Manager bertugas memastikan hubungan tetap terjaga, pelayanan berjalan baik, dan peluang bisnisnya terus dikembangkan.
Potensi tersebut mungkin berkembang dari:
300 room nights → 500 room nights → meeting → training → corporate gathering → annual event.
Dengan demikian, account management berfungsi meningkatkan lifetime value pelanggan.
3. Lakukan Account Segmentation
Tidak semua account memiliki nilai yang sama.
Hotel perlu melakukan segmentasi berdasarkan revenue, room night, profitability, frequency, growth potential, dan strategic importance.
Salah satu pendekatan sederhana adalah:
A Account
Account dengan revenue tinggi, repeat business kuat, dan strategic value besar.
Account seperti ini harus mendapatkan perhatian tinggi dari Sales Manager atau Key Account Manager.
B Account
Account dengan revenue sedang dan masih memiliki ruang untuk dikembangkan.
Account B dapat menjadi A Account apabila hotel berhasil meningkatkan share of wallet.
C Account
Account dengan revenue rendah atau transaksi yang masih sporadis.
Account ini tetap perlu dikelola, tetapi tingkat intensitas kunjungan dan resource dapat disesuaikan.
Segmentasi tersebut membantu hotel mengalokasikan waktu sales secara lebih efektif.
4. Buat Account Profile
Setiap account utama sebaiknya memiliki profile yang lengkap.
Informasi minimal yang perlu tersedia antara lain:
- Nama perusahaan.
- Industry atau bidang usaha.
- Lokasi kantor.
- Jumlah karyawan jika relevan.
- Contact person.
- Jabatan contact person.
- Decision maker.
- Procurement contact.
- Travel coordinator.
- Finance atau billing contact.
- Hotel yang saat ini digunakan.
- Estimated room night.
- Average rate.
- Meeting atau event potential.
- Contract period.
- Payment terms.
- Historical revenue.
- Complaint history.
- Competitor hotel.
- Next business opportunity.
Data tersebut menjadi dasar dalam menyusun account strategy.
5. Pahami Siapa Decision Maker
Salah satu kesalahan dalam account management adalah hanya memiliki hubungan dengan satu orang.
Jika contact person pindah perusahaan, promosi, atau berganti jabatan, hubungan hotel bisa ikut hilang.
Karena itu, account manager perlu melakukan stakeholder mapping.
Dalam satu perusahaan, misalnya terdapat:
User → Travel Coordinator → Procurement → Finance → Management.
Masing-masing memiliki kepentingan berbeda.
Travel coordinator mungkin fokus pada kemudahan booking.
Procurement fokus pada harga dan compliance.
Finance fokus pada invoice dan payment terms.
Management fokus pada service quality dan business value.
Account manager harus mampu membangun hubungan yang sehat dengan beberapa stakeholder sekaligus.
6. Bangun Account Plan
Account besar sebaiknya memiliki account plan, bukan hanya daftar kontak.
Account plan dapat berisi:
- kondisi bisnis account;
- historical production;
- current revenue;
- competitor share;
- target revenue;
- target room nights;
- potential meeting;
- upcoming events;
- decision maker;
- relationship status;
- current issues;
- growth opportunity;
- action plan;
- target date.
Contohnya, sebuah account menghasilkan 400 room nights per tahun. Setelah dianalisis, perusahaan tersebut ternyata memiliki training bulanan yang sebagian besar menggunakan hotel kompetitor.
Target account plan bukan hanya mempertahankan 400 room nights, tetapi mengambil sebagian kebutuhan training tersebut.
7. Hitung Share of Wallet
Salah satu indikator penting Account Management adalah share of wallet.
Hotel harus mengetahui bukan hanya berapa banyak bisnis yang diberikan account kepada hotel, tetapi juga seberapa besar total kebutuhan account tersebut.
Misalnya perusahaan membutuhkan sekitar 2.000 room nights per tahun dari berbagai hotel, tetapi hanya 300 room nights yang masuk ke hotel kita.
Artinya hotel memiliki 15% share of wallet.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat peluang untuk mendapatkan business tambahan.
Pertanyaan strategisnya bukan:
“Berapa room night yang diberikan client kepada kita?”
Tetapi:
“Berapa banyak potential business client yang belum kita dapatkan?”
8. Jadikan Service Recovery sebagai Account Strategy
Masalah pelayanan tidak selalu berarti kehilangan account.
Jika complaint ditangani dengan cepat dan profesional, bahkan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Account Manager harus mengetahui complaint penting dari account utama dan memastikan ada penyelesaian.
Misalnya perusahaan mengalami masalah dengan:
- keterlambatan check-in;
- invoice tidak sesuai;
- room allocation;
- kualitas makanan meeting;
- technical issue;
- permintaan khusus yang tidak diteruskan;
- komunikasi antar-departemen.
Account Manager tidak harus mengerjakan semua penyelesaian sendiri, tetapi harus memastikan masalah memiliki owner, deadline, dan follow-up.
9. Lakukan Regular Business Review
Account utama sebaiknya tidak hanya dihubungi ketika ada booking.
Hotel dapat melakukan Quarterly Business Review atau pertemuan berkala untuk membahas:
- Business production.
- Room night.
- Average rate.
- Meeting/event production.
- Service feedback.
- Complaint resolution.
- Upcoming business.
- Contract renewal.
- New opportunity.
- Partnership improvement.
Pertemuan seperti ini mengubah hubungan dari vendor-client menjadi strategic partnership.
10. Kembangkan Revenue dari Account yang Sama
Account management harus memiliki pola pikir account development.
Jika account saat ini hanya menggunakan kamar, cari peluang meeting.
Jika sudah menggunakan meeting, cari peluang event.
Jika menggunakan event, tawarkan accommodation.
Jika sering melakukan training, tawarkan residential package.
Peluang revenue dapat dikembangkan melalui:
- room;
- meeting;
- conference;
- training;
- ballroom;
- F&B;
- corporate gathering;
- wedding;
- long stay;
- airport transfer;
- event package;
- group accommodation.
Tujuannya adalah meningkatkan total revenue yang diperoleh dari satu account.
11. Jangan Mengandalkan Diskon untuk Mempertahankan Account
Account management yang buruk sering menggunakan discount sebagai senjata utama.
Ketika competitor menawarkan harga lebih rendah, hotel langsung menurunkan rate.
Dalam jangka panjang, strategi ini dapat merusak profitability.
Sebelum memberikan diskon, account manager harus memahami alasan pelanggan mempertimbangkan kompetitor.
Apakah masalahnya:
- harga;
- lokasi;
- fasilitas;
- service;
- booking process;
- payment terms;
- loyalty benefit;
- fleksibilitas;
- availability?
Jika masalah bukan harga, diskon belum tentu menjadi solusi.
12. Gunakan Value-Added Benefits
Daripada terus menurunkan rate, hotel dapat memberikan benefit yang memiliki perceived value tinggi.
Contohnya:
- complimentary upgrade;
- welcome amenities;
- flexible check-in berdasarkan availability;
- priority room allocation;
- meeting room benefit;
- complimentary coffee break untuk volume tertentu;
- dedicated reservation contact;
- loyalty benefit;
- preferred parking;
- special event privilege.
Strategi ini dapat menjaga rate integrity sekaligus memberikan alasan kepada pelanggan untuk tetap memilih hotel.
13. Integrasikan Account Management dengan Revenue Management
Account Manager tidak boleh bekerja berdasarkan relationship saja.
Setiap account harus dilihat dari sisi revenue dan profitability.
Account yang menghasilkan volume besar belum tentu memberikan profit terbesar jika rate terlalu rendah, payment terms berat, atau banyak complimentary benefit.
Karena itu, evaluasi account perlu mempertimbangkan:
Revenue + Rate + Volume + Profitability + Strategic Value.
Pada high-demand dates, hotel mungkin perlu membatasi contracted business dengan rate rendah.
Sebaliknya, pada periode low demand, account corporate dapat menjadi sumber base business yang membantu meningkatkan occupancy.
14. Gunakan Data untuk Menentukan Prioritas
Account management modern harus berbasis data.
Beberapa indikator yang perlu dipantau:
|
Indikator |
Fungsi |
|---|---|
|
Room Night |
Mengukur volume kamar |
|
ADR |
Mengukur rata-rata rate |
|
Revenue |
Mengukur nilai bisnis |
|
RevPAR Contribution |
Melihat kontribusi terhadap performa kamar |
|
Meeting Revenue |
Mengukur potensi MICE |
|
F&B Revenue |
Melihat ancillary revenue |
|
Repeat Rate |
Mengukur retention |
|
Share of Wallet |
Mengukur peluang pengembangan |
|
Complaint Frequency |
Mengukur risiko relationship |
|
Profitability |
Menilai kualitas account |
Data tersebut membantu management menentukan account mana yang harus dipertahankan, dikembangkan, dinegosiasikan ulang, atau bahkan dikurangi.
15. Buat Account Touchpoint Calendar
Relationship tidak boleh bergantung pada kebetulan.
Hotel dapat membuat kalender touchpoint.
Contohnya:
Mingguan: follow-up opportunity aktif.
Bulanan: business update atau courtesy call.
Kuartalan: account review.
Semesteran: evaluasi contract dan production.
Tahunan: contract renewal dan strategic business review.
Touchpoint tidak selalu harus berupa sales visit. Email, phone call, WhatsApp, invitation event hotel, site inspection, client gathering, atau business lunch juga dapat digunakan sesuai konteks.
16. Tingkatkan Internal Coordination
Account manager harus menjadi penghubung antara client dan hotel.
Informasi dari client harus diteruskan dengan benar kepada departemen terkait.
Untuk corporate account, koordinasi dapat melibatkan:
- Front Office;
- Reservation;
- Finance;
- Banquet;
- F&B;
- Housekeeping;
- Engineering;
- Revenue Management;
- General Manager.
Jika sales menjanjikan benefit tertentu tetapi operasional tidak mengetahuinya, risiko service failure meningkat.
Karena itu, account management membutuhkan internal communication yang kuat.
17. Buat Strategic Account Review
Untuk account terbesar, management dapat melakukan review secara berkala.
Pertanyaan yang perlu dijawab:
- Berapa total revenue account?
- Berapa room night?
- Berapa average rate?
- Apakah revenue meningkat atau menurun?
- Berapa share of wallet?
- Siapa kompetitor utama?
- Apakah decision maker masih sama?
- Apa complaint terbesar?
- Apa upcoming business?
- Apa target account tahun berikutnya?
- Apa strategi untuk meningkatkan share?
- Apa risiko kehilangan account?
Dengan review tersebut, hotel dapat mengelola account secara proaktif.
18. Kenali Tanda-Tanda Account Mulai Berisiko
Account tidak selalu pergi secara tiba-tiba.
Biasanya terdapat tanda-tanda sebelumnya.
Misalnya:
- volume booking mulai turun;
- decision maker sulit dihubungi;
- account mulai meminta quotation dari banyak hotel;
- competitor mulai masuk;
- complaint meningkat;
- rate menjadi isu utama;
- payment mulai bermasalah;
- kontrak belum diperpanjang;
- meeting mulai berpindah ke kompetitor;
- contact person baru tidak memiliki relationship dengan hotel.
Account Manager harus mampu membaca sinyal tersebut sebelum revenue benar-benar hilang.
19. Bangun Account Retention Strategy
Mempertahankan account tidak cukup dengan memberikan rate murah.
Retention strategy dapat mencakup:
- Konsistensi service.
- Respons cepat.
- Relationship dengan decision maker.
- Regular business review.
- Problem resolution.
- Personalized offer.
- Loyalty benefit.
- Recognition terhadap key account.
- Proactive communication.
- Pemahaman terhadap perubahan kebutuhan bisnis client.
Tujuannya adalah membuat pelanggan memiliki alasan yang kuat untuk tetap menggunakan hotel.
20. Ukur Kinerja Account Management
Beberapa KPI yang dapat digunakan antara lain:
Account Retention Rate
Mengukur persentase account yang tetap aktif.
Revenue Growth per Account
Mengukur pertumbuhan revenue masing-masing account.
Room Night Growth
Melihat pertumbuhan volume kamar.
Share of Wallet
Mengukur seberapa besar kebutuhan client yang berhasil diperoleh hotel.
Cross-Selling Revenue
Mengukur revenue tambahan dari produk hotel lainnya.
Average Revenue per Account
Mengukur nilai rata-rata account.
Repeat Business Rate
Mengukur seberapa konsisten account melakukan transaksi ulang.
Account Profitability
Mengukur apakah revenue yang diperoleh sebanding dengan biaya dan benefit yang diberikan.
Kesimpulan
Account Management hotel merupakan fungsi strategis untuk menjaga dan mengembangkan hubungan dengan pelanggan yang memiliki nilai bisnis bagi hotel. Fokusnya bukan hanya mempertahankan booking, tetapi memahami keseluruhan potensi account dan meningkatkan kontribusinya terhadap revenue serta profitability hotel.
Account Manager yang efektif tidak hanya bertanya, “Kapan Bapak/Ibu akan booking lagi?” tetapi memahami bagaimana bisnis pelanggan berkembang, apa kebutuhan berikutnya, siapa decision maker, siapa kompetitornya, dan bagian mana dari business wallet yang masih dapat dimenangkan.
Dengan segmentasi account, account planning, stakeholder mapping, regular business review, service recovery, cross-selling, revenue analysis, dan relationship management yang konsisten, hotel dapat mengubah pelanggan biasa menjadi strategic account.
Pada akhirnya, Account Management bukan tentang seberapa sering hotel menghubungi pelanggan, tetapi seberapa besar hotel mampu menciptakan nilai sehingga pelanggan memiliki alasan untuk terus memilih hotel tersebut.